Share

5 Jenis Email Ini Harus Segera Dihapus, Awas Dicuri Pelaku Kejahatan Siber!

Antara, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 54 2512134 5-jenis-email-ini-harus-segera-dihapus-awas-dicuri-pelaku-kejahatan-siber-mYyFPdquXX.jpeg Ilustrasi (Foto : Techdonut)

ADA beberapa jenis email yang harus Anda hapus untuk menghindari pencurian data. Pelaku kejahatan siber memang sejak lama mengincar kotak pesan surat elektronik.

Dikutip dari Antara, menurut Kaspersky salah satu serangan yang sering ditemui adalah Business Email Compromise melalui metode phishing. Peretas akan bisa mengakses email pengguna melalui serangan tersebut.

Tentu hal tersebut sangat berbahaya jika email mengandung data yang sensitif, misalnya laporan keuangan perusahaan.

"Dalam beberapa kasus, studi yang cermat atas laporan keuangan juga dapat memberikan peluang untuk manipulasi bursa saham," kata pakar keamanan di Kaspersky, Roman Dedenok dikutip Minggu.

Baca Juga : Cara agar Terhindar dari Kejahatan Phishing, Smishing dan Vishing

Penjahat siber bisa mendapat informasi tentang bisnis perusahaan sampai menyerang mitra perusahaan berbekal data laporan keuangan tersebut.

Agar tidak terjadi, Kaspersky menyarankan email-email berikut segera dihapus dari kotak surat.

1. Data otentikasi

Main Laptop

Beberapa perusahaan masih mengirimkan kata sandi melalui email ketika karyawan mereka menyetel ulang kata sandi untuk masuk ke laman kerja mereka. Terkadang karyawan juga mengirim informasi login dan kata sandi.

Pesan seperti ini menjadi incaran peretas, mereka mendapatkan tambahan untuk melakukan rekayasa sosial dan meluncurkan serangan lainnya.

Baca Juga : 10 Siasat agar Terhindar dari Kejahatan Siber, Kamu Pilih Cara Mana?

2. Notifikasi layanan online

Pengguna internet akan mendapatkan email dari layanan digital yang mereka ikuti, apakah pembaruan kebijakan sampai pemberitahuan untuk menyetel ulang kata sandi.

Sekilas pesan seperti ini tidak menarik, namun, bagi peretas email seperti itu menunjukkan layanan apa saja yang digunakan korban. Dalam banyak kasus, peretas akan meminta perubahan kata sandi pada layanan sehingga korban akan kehilangan akses ke akunnya.

3. Dokumen pribadi

Pengguna email perusahaan sering menggunakan kotak pesan email layaknya penyimpanan cloud, yaitu untuk menyimpan berkas pribadi seperti paspor, kartu identitas, pembayaran pajak atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan atau perjalanan bisnis.

Kaspersky menyarankan segera hapus pesan tersebut dan hanya menyimpan dokumen penting di penyimpanan terenkripsi.

4. Dokumen bisnis

Email menjadi tempat pertukaran dokumen perusahaan dengan kolega dan sangat menarik bagi peretas. Seperti yang dicontohkan sebelumnya, laporan keuangan bisa menjadi jalan masuk penjahat siber untuk melancarkan serangan lainnya terhadap perusahaan.

5. Data pribadi orang lain

Kerja

Secara tidak sadar, email juga menyimpan data pribadi orang lain seperti CV dan pendaftaran. Hapus pesan-pesan seperti itu tidak hanya dari kotak masuk, tapi, juga dari folder pesan yang terkirim dan pesan yang dihapus.

Demi keamanan, gunakan lapisan keamanan tambahan seperti menyalakan autentikasi dua langkah pada email.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini