Foto Satelit NASA Tangkap Letusan Gunung Semeru

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 56 2512580 foto-satelit-nasa-tangkap-letusan-gunung-semeru-dtqCS2wB41.jpg NASA tangkap aktivitas gunung Semeru melalui satelit (foto: nasa.gov)

JAKARTA - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur meletus pada Sabtu (4/12/2021). Aktivitas erupsi Semeru ini tak luput dari pantauan NASA dengan sejumlah foto gumpalan asap yang tertangkap satelit.

Dikutip dari Solopos, selain Semeru, NASA pun kerap melakukan pemantauan yang cukup serius terhadap aktivitas gunung yang aktif, seperti Gunung Merapi di Yogyakarta, sebagai tetangga dari bagian Ring of Fire.

Pada 15 Juni 2006, NASA menangkap gambar aktivitas Gunung Semeru. Gunung di Lumajang itu memancarkan awan abu vulkanik, ini mereka tangkap melalui Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) terbang di atas satelit Terra NASA.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Ini Analisis Ahli Vulkanologi ITB

Gumpalan vulkanik terlihat dari awan putih di dekatnya dengan warna abu-abunya yang suram. Banyak gumpalan vulkanik adalah awan abu atau uap yang tidak terputus, tetapi gumpalan ini berbeda.

Gumpalan itu mereka sebut sebagai embusan terpisah yang bertiup ke arah barat dalam garis yang rapi dari Gunung Semeru. Bentuk gumpalan ini menunjukkan bahwa gunung berapi itu menyemburkan abu dan uap dalam serangkaian sendawa.

Baca Juga: Rekor! Wahana Antariksa NASA Masuki Jarak Terdekat dari Matahari

NASA juga mencatat aktivitas Gunung Semeru tiga hari setelah gempa bumi melanda Jawa pada 27 Mei 2006. Tanda-tanda peningkatan aktivitas Gunung Semeru mereka catat pada saat itu.

MODIS juga mereka sebut mengambil gambar aktivitas Gunung Semeru itu tepatnya pada 30 Mei 2006. Gambar itu mereka sebut memperlihatkan puncak Semeru digaris bawahi dengan warna merah.

Garis besar menunjukkan bahwa MODIS mendeteksi suhu permukaan yang sangat tinggi. Di sebelah barat puncak adalah awan abu-abu-coklat yang menghilang saat bergerak ke barat. Awan tersebut mereka katakana sangat memungkinkan berasal dari abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Semeru.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini