Share

Langkah Kemenkominfo Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi Pasca Erupsi Gunung Semeru

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 06:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 54 2513004 langkah-kemenkominfo-percepat-pemulihan-jaringan-telekomunikasi-pasca-erupsi-gunung-semeru-hrPCVT4MiS.jpg Kondisi pasca erupsi Gunung Semeru (Foto: BNPB)

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menargetkan perbaikan jaringan telekomunikasi pasca Gunung Semeru meletus segera tuntas. Usai erupsi Gunung Semeru, sejumlah operator seluler mengaku mengalami kendala mulai dari ketiadaan aliran listrik hingga terputusnya beberapa kabel pasca erupsi.

Direktur Pengelolaan Media Kemenkominfo Nursodik Gunarjo mengatakan, pihaknya telah memerintahkan agar operator seluler untuk bisa melakukan mitigasi cepat memperbaiki jaringan komunikasi di sekitar lokasi bencana Gunung Semeru.

Kemenkominfo

"Pak Menkominfo kemarin sudah memerintahkan ke kita untuk melakukan langkah-langkah cepat untuk menangani hal tersebut, beliau ingin kualitas jaringan di Semeru tetap bisa dipergunakan," ucap Nursodik, saat, konferensi pers daring pada Senin malam (6/12/2021).

Hingga Senin malam ini dilaporkan beberapa jaringan komunikasi memang masih belum beroperasi lantaran sambungan listrik yang terputus. Namun untuk mempercepat pemulihan Base Transceiver Station (BTS) operator seluler, beberapa operator seluler telah menyiapkan sejumlah genset.

"Saat ini tengah dilakukan tindakan - tindakan mitigasi berupa penyiapan genset untuk menghidupkan BTS, BTS yang listriknya masih belum menyala," tuturnya.

Sementara beberapa operator yang mengalami kabelnya terputus bakal dilakukan rerouting atau pengalihan jaringan. Beberapa operator seluler seperti Telkom dilaporkan telah mengalihkan jaringan dan mulai bisa berfungsi.

"Jaringan backbone milik operator Fiberstar juga terdampak, namun telah dimitigasi menggunakan link Malang Surabaya," ungkapnya.

Baca Juga : Erupsi Semeru Sebabkan Sejumlah BTS Operator Seluler Down

Operator telekomunikasi Telkomsel juga disebutkan Nursodik mulai berfungsi. Operator milik negara ini telah berhasil memulihkan 10 site BTS yang sempat mengalami offline pasca Erupsi Gunung Semeru.

"Beberapa operator masih terkendala mengembalikan memulihkan jaringan, Indosat Ooredoo masih 8 site BTS, XL 4 BTS, Smartfren 7 site BTS. Operator seluler yang mengalami kendala XL Axiata untuk jalur Pelindung kabel dari Pasirian dengan Gedangan, Biznet untuk jalur sisi selatan Malang ,sampai Lumajang ini juga masih mengalami gangguan," ucap dia.

Baca Juga : Penanggulangan Erupsi Gunung Semeru, Kemenkominfo Akan Bangun Media Center

Tetapi pihaknya menyebut para operator seluler ini berkomitmen untuk memulihkan jaringan komunikasi secepatnya pasca erupsi Gunung Semeru. Salah satunya dengan menyiapkan jalur jaringan dan kabel alternatif untuk menyokong jaringannya.

"Kemudian untuk backbone jalurnya terputus, operator seluler tengah mencari backup jaringan yang tersedia dan jalur alternatif lainnya, dengan jalur existing. Sebagai penyalur komunikasi lainnya," tuturnya.

"Intinya kami dari kominfo akan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan jaringan komunikasi, dan juga meminta operator untuk melakukan pemulihan terhadap site - site seluler yang masih belum terkoneksi dan akan dilakukan rerouting. Sehingga layanan komunikasi dapat digunakan kembali normal oleh masyarakat," paparnya.

Sementara itu Tim Siaga Desa Oro - Oro Ombo Kecamatan Pronojiwo Bayu mengakui, sejak Minggu malam kemarin jaringan komunikasi utamanya operator Telkomsel mulai bisa digunakan. "Kalau jaringan komunikasi mulai bisa digunakan, tetapi belum lancar," kata melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya diberitakan Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Akibatnya hingga Senin malam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 22 warga meninggal dunia, sebanyak 56 warga terluka, mayoritas mengalami luka bakar. Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

Tak kurang 5.205 jiwa dilaporkan terdampak erupsi dan 2.004 jiwa mengungsi di sejumlah titik di Kabupaten Lumajang. Bupati Lumajang Thoriqul Haq sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana Gunung Semeru selama 30 hari ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini