Share

Zoom Dukung Organisasi Teknologi Perangi Terorisme

Antara, Jurnalis · Kamis 16 Desember 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 57 2517963 zoom-dukung-organisasi-teknologi-perangi-terorisme-1ZUgmCxj0s.jpg Zoom (Foto: Avenidas)

PLATFORM konferensi video asal Amerika Serikat, Zoom, mengumumkan keanggotaannya bergabung dengan organisasi yang terdiri dari para pelaku industri teknologi untuk memerangi terorisme.

Organisasi itu dikenal dengan nama Global Internet Forum to Counter Terrorism (GIFCT) yang berdiri secara independen serta saling berbagi informasi untuk memerangi terorisme dan ekstremisme di situs-situs mereka.

 zoom

"Adalah tanggung jawab kami untuk mendukung pengguna kami dan melindungi mereka dari ancaman online," kata penasihat umum Zoom Josh Parecki seperti dilansir dari Reuters, Kamis.

Anggota pendiri GIFCT adalah Meta, Microsoft, Twitter dan YouTube Alphabet.

Keanggotaannya telah meningkat menjadi 18 perusahaan dengan lima platform baru bergabung di 2021 termasuk perusahaan persewaan rumah Airbnb, platform media sosial Tumblr dan platform penerbitan online WordPress.

GIFCT akan lebih masif beroperasi dan menjaring anggota baru di 2022.

Latar belakang berdirinya GIFCT untuk menjawab kritik global yang memberikan penilaian buruk terhadap perusahaan teknologi karena tak bisa membendung aktivitas ekstremis di platform mereka.

Akhirnya pada 2017 GIFCT terbentuk setelah rangkaian tekanan dari berbagai pemerintah di AS dan Eropa menyusul serangan mematikan dari teroris di Paris dan Brussels.

Dengan adanya organisasi itu, para anggotanya dapat berbagi hash untuk pengelolaan database mereka.

Hash memungkinkan untuk menghapus data terkait konten yang dinilai mendukung ekstremisme hingga terorisme yang ada di layanan platform perusahaan teknologi.

Hash dapat digunakan oleh perusahaan teknologi lainnya dan bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah yang sama di situs mereka.

Zoom yang menjadi anggota baru GIFCT, mulai dikenal publik pada 2019 bersamaan dengan pandemi global.

Bersamaan dengan masifnya penggunaan Zoom secara global, muncul juga masalah teror yang dikenal dengan sebutan zoomboombing.

Teror tersebut dilakukan oleh pengguna yang tidak diundang dalam sebuah panggilan konferensi dan merusak panggilan tersebut.

Mereka menyebarkan ujaran kebencian dan konten rasis, kekerasan atau pornografi.

Sebagai contoh insiden sebuah acara virtual yang harus dibatalkan karena tiba- tiba muncul Leila Khaled yang teridentifikasi sebagai anggota kelompok teroris yang menjadi incaran AS dan Global.

 Baca juga: Ini Penyebab Suara Tak Ada saat Zoom Meeting

"Dengan berkolaborasi dengan para pemimpin lain di seluruh industri, berbagi pembelajaran utama dan memajukan penelitian, kami bercita-cita untuk menjadikan dunia digital tempat yang lebih aman bagi semua orang," ujar Josh.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini