Apa Kabar BlackBerry dan Nokia, Ponsel Sejuta Umat Kala Itu

Antara, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 57 2521385 apa-kabar-blackberry-dan-nokia-ponsel-sejuta-umat-kala-itu-JKcuqkxicf.jpg Apa kabar Blackberry dan Nokia, Ponsel Sejuta Umat Kala Itu (foto: istimewa)

JAKARTA - BlackBerry, perusahaan teknologi asal Kanada yang dikenal dengan layanan Blackberry Messenger (BBM) serta ciri khas ponsel keypad QWERTY, kini mendapatkan pertumbuhan yang positif.

Pencapaian itu muncul beberapa tahun setelah perusahaan itu mundur dari pasar ponsel pintar karena tak mampu menyaingi Android dan iPhone pada 2015.

Mengutip Reuters, Rabu, Blackberry kini ternyata menunjukan pertumbuhan perusahaan yang positif. Sejak berfokus pada pengembangan software dan pengamanan siber, BlackBerry nampaknya bangkit dan mulai menguat.

Baca Juga:  Nokia X100 Resmi Meluncur dengan Chipset SD480, Harga Terjangkau

Pendapatan BlackBerry di November 2021 tercatat mencapai 184 juta dolar AS atau setara Rp2,6 miliar jumlah tersebut berhasil mengalahkan ekspektasi analis sebesar 177,25 juta dolar.

Tetap bertumbuhnya BlackBerry di tengah pandemi ditenggarai karena semakin banyak bisnis serta organisasi pemerintah yang bermigrasi pada teknologi cloud yang memungkinkan pekerjaan dari jarak jauh bisa terlaksana dengan baik selama COVID-19 melanda secara global.

Fokus keamanan siber pun terasa sangat tepat karena kini dunia secara global tengah berfokus mengembangkan lebih banyak produk Internet of Things (IoT).

Baca Juga:  BlackBerry Comback dengan Ponsel 5G dan Keyboard Klasik

CEO BlackBerry John Chen menyebutkan BlackBerry berharap masalah rantai pasokan otomotif dapat selesai di kuartal keempat 2021 sehingga dapat mendorong permintaan perangkat lunak untuk mobil bernama QNX.

Perangkat lunak itu digunakan oleh beberapa perusahaan otomotif kenamaan seperti Volkswagen, BMW, dan Ford.

Nasib Ponsel Nokia

Nasib BlackBerry yang tengah terpuruk dan kalah saing dari ponsel merek lain seperti sekarang ini pernah dialami oleh Nokia. Namun ada hal yang membedakan kedua perusahaan tersebut saat tenggelam di antara vendor lain. Nokia dulunya adalah raja ponsel di seluruh dunia, tepatnya pada era 1990-an hingga 2000-an.

Namun perlahan perusahaan asal Finlandia tersebut kalah saing dengan BlackBerry yang mulai menampakkan sinarnya mulai tahun 2007. Nokia saat itu tenggelam, kalah saing dengan BlackBerry. Sama persis seperti yang saat ini dialami oleh BlackBerry, terbenam, kalah saing dengan Android dan iPhone.

Namun analis sekaligus pengamat gadget, Teguh Prasetya, mengatakan ada hal yang membedakan Nokia dan BlackBerry saat mengalami keterpurukan. Ponsel murah, itulah yang menjadi penyelamat Nokia saat perusahaannya mulai dilanda badai besar dari vendor-vendor lain.

"Saat itu Nokia terpuruk karena ponsel kelas high-end seperti ponsel comunicator yang kalah dengan smartphone lain. Tapi Nokia masih bisa bertahan karena mereka memiliki ponsel murah yang penjualannya masih tinggi, itu yang membedakannya dengan BlackBerry," kata Teguh kepada Okezone.

Ponsel murah Nokia, yang sempat mendapat julukan Ponsel Sejuta Umat, menjadi pegangan utama Nokia yang membuatnya bisa bertahan hingga saat ini. Teguh mengatakan, meski ponsel tersebut dibanderol dengan harga yang murah, perangkatnya terjual secara masif.

Sedangkan BlackBerry saat ini tak memiliki andalan ponsel kelas entry-level untuk pasar. Perangkat BlackBerry, kata Teguh, kebanyakan dibanderol dengan harga tinggi namun memiliki spesifikasi yang rendah.

Smartphone keluaran terbarunya pun dibanderol dengan harga tinggi yang menghasilkan penjualan tak memuaskan untuk perusahaan. Terlepas dari akuisisi yang dilakukan oleh Microsoft, Nokia masih bisa bertahan dan kembali bangkit karena ponsel feature phone berharga murah.

Sedangkan BlackBerry yang tengah berusaha 'menjual diri' belum mendapatkan peminat yang hendak membelinya. Siapapun pembeli BlackBerry nantinya, kata Teguh, harus memikirkan strategi yang jitu ke depannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini