Alat Tes PCR SGTF Mulai Dipakai di Pintu Masuk Kedatangan Luar Negeri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 54 2523081 alat-tes-pcr-sgtf-mulai-dipakai-di-pintu-masuk-kedatangan-luar-negeri-xNEjWPUCQ3.jpg Kedatangan luar negeri (Foto: ABC News)

INDONESIA mengonfirmasi kasus Omicron hingga saat ini sebanyak 46 kasus. Hampir seluruhnya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Semakin banyaknya kasus Omicron ini membuat pemerintah melakukan beberapa upaya penanganan dan pencegahan, salah satunya memasang alat tes PCR SGTF di seluruh pintu masuk kedatangan luar negeri.

 alat tes PCR SGTF

"Kami sudah menyebarkan teknologi baru yaitu alat tes PCR SGTF (S-Gene Target Failure) di seluruh pintu masuk kedatangan luar negeri," tegas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12/2021).

Alat PCR SGTF ini yang nantinya akan membaca keberadaan Omicron dari setiap pelaku perjalanan luar negeri yang datang ke Indonesia. Keunggulan dari alat tes ini adalah mengeluarkan hasil tes yang lebih cepat.

"Alat tes ini membaca hasil lebih cepat, sehingga pelacakan Omicron di pintu masuk kedatangan luar negeri bisa lebih cepat terdeteksi," papar Menkes Budi.

Alat tes PCR SGTF sendiri diketahui mampu membaca hasil sampel dalam waktu 4 sampai 6 jam, sedangkan jika menggunakan tes Whole Genome Sequencing (WGS), waktu untuk mendapatkan hasil antara 3 sampai 5 hari.

Penempatan alat tes PCR SGTF ini diharapkan mampu melacak Omicron dengan segera sehingga pencegahan penyebaran kasus bisa lebih maksimal. Dengan demikian, masyarakat yang ada di lingkungan tidak terpapar Omicron dari para pelaku perjalanan luar negeri.

Pemerintah Indonesia sendiri menjelaskan bahwa 98 persen kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu juga, tambah Menkes Budi, pihaknya akan memperketat karantina bagi WNI dari luar negeri.

 Baca juga: Klinik dan Lab Tetap Untung meskipun Harga Tes PCR Turun

"Sekarang karantina dari luar negeri itu 10 hari. Ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Omicron yang mungkin dibawa oleh pelaku perjalanan luar negeri ke masyarakat," tambah Menkes Budi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini