Microchip Vaksin Covid-19 Ditanam di Tangan, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 56 2523092 microchip-vaksin-covid-19-ditanam-di-tangan-ini-faktanya-ciOoMSRRkN.jpg Microchip (Foto: Euronews)

SELAMA ini beberapa kelompok anti-vaksin percaya bahwa ada microchip di dalam vaksin Covid-19. Sampai akhirnya perusahaan teknologi asal Swedia mewujudkan 'kepercayaan' tersebut.

Ya, perusahaan bernama DSruptive Subdermals menghadirkan microchip yang fungsinya serupa dengan PeduliLindungi di Indonesia. Jadi, microchip tersebut akan membantu mendeteksi apakah seseorang sudah divaksin atau belum.

Microchip tersebut bahkan tengah dikembangkan untuk melacak penyakit menular lainnya, bukan hanya Covid-19. Ini penting agar upaya pencegahan penyakit di masyarakat lebih maksimal lagi.

 pandemi Covid-19

Bagaimana cara kerja microchip tersebut?

Dijelaskan laman Euronews, microchip tersebut menggunakan teknologi 'near field communications' (NFC), yang mana itu sama dengan teknologi pembayaran non-tunai.

Artinya, microchip tersebut dapat dipindai oleh perangkat lain, seperti telepon pintar.

"Teknologi sekarang banyak menggunakan NFC, jadi ketika saya memiliki microchip di tangan, itu memungkinkan untuk saya berkomunikasi lewat teknologi dengan mudah," kata Hannes Sjoblad, Managing Director DSruptive Subdermals, Senin (27/12/2021).

Artinya, dengan adanya microchip di tangan seseorang, data akan keluar dari proses pemindaian tangan dan ini akan mempermudah deteksi kasus.

"Menjadi masalah adalah saat data yang sudah terkumpul bocor yang artinya seseorang bisa mendapatkan data tersebut, dan keputusan untuk mencabut microchip akan sangat berisiko untuk sulit dipasang kembali ke tangan," katanya.

Tapi, kendala tersebut cukup sulit untuk didapat karena sekali lagi, data hanya akan terbaca ketika ada proses pemindaian langsung ke area tangan. Dan luar biasanya, tidak ada penanda yang dapat memberitahu Anda apakah seseorang menyimpan microchip di tangan atau tidak.

"Microchip ini dipastikan tidak dapat melacak lokasi Anda. Jadi keamanan benar-benar terjaga. Anda juga harus tahu bahwa microchip ini tidak memberi sinyal, jadi satu-satunya cara mendeteksi adalah memindainya langsung ke kulit," kata Sjoblad.

Teknologi microchip sendiri dianggap lebih nyaman dan aman, karena tidak melacak lokasi Anda. Itu kenapa teknologi jenis ini banyak dipakai perusahaan untuk menggantikan kunci, kartu akses, atau kartu pengenal diri.

Di Swedia, sebelum ada informasi soal microchip vaksin Covid-19, negara tersebut pada 2018 pernah melakukan uji coba penggantian tiket konvensional dengan microchip.

Lebih lanjut, perusahaan bernama Biohax Internasional yang merupakan pihak di balik penggantian tiket kereta menjadi microchip, pernah juga bekerja sama dengan stakeholder bidang kesehatan untuk mengisi microchip dengan informasi kesehatan.

 Baca juga: Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip? Ini Jawaban Kemenkes

Ini dianggap penting pada kasus orang yang dibawa ke rumah sakit, tidak sadarkan diri, tanpa orang yang dikenal. Jadi, dengan adanya micro chip di tubuhnya, akan membantu pihak rumah sakit mendeteksi pasien tersebut dan dapat memberitahu anggota keluarga setelahnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini