Share

Tren Keamanan Siber Sepanjang 2021 dan Prediksi di 2022

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 54 2524183 tren-keamanan-siber-sepanjang-2021-dan-prediksi-di-2022-P0D2hM4NJn.jpg Serangan siber (Foto: ET)

MASALAH keamanan siber seringkali menjadi masalah yang meresahkan banyak orang. Acronis merilis tren masalah tahun ini dan prediksi keamanan siber dalam laporan berjudul Acronis Cyberthreats Report tahunan 2022.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa penyedia layanan terkelola (MSP) sangat berisiko, sebab penjahat cyber saat ini menggunakan lebih banyak alat manajemen yang mengakibatkan kerentanan terhadap serangan rantai pasokan.

 hacker

“Industri kejahatan cyber ibarat sebuah mesin yang diberi pelumas dengan baik, menggunakan kecerdasan cloud dan kecerdasan mesin untuk mengukur dan mengotomatisasi operasi mereka," kata Candid Wuest selaku VP Penelitian Perlindungan Cyber Acronis, Selasa (28/12/2021).

Berikut ini tren kejahatan siber di tahun 2021 — serta prediksi di tahun 2022.

1. Phishing masih menjadi vektor serangan utama. 94% malware dikirimkan melalui email — menggunakan teknik rekayasa sosial untuk mengelabui pengguna agar membuka lampiran atau tautan berbahaya, phishing telah menduduki posisi pelanggaran tertinggi bahkan sebelum pandemi.

Pelanggaran ini masih terus berkembang pesat, tahun ini saja, Acronis melaporkan 23% lebih banyak pemblokiran email phishing dan 40% lebih banyak email malware di Q3, dibandingkan dengan Q2 di tahun yang sama.

2 Pelaku phishing mengembangkan trik baru dan beralih ke messenger. Penargetan OAuth dan alat autentikasi multifaktor (MFA) saat ini menjadi trik baru yang memungkinkan penjahat mengambil alih akun.

Untuk melewati alat anti-phishing umum, mereka akan menggunakan pesan teks, Slack, obrolan Teams, dan alat lain untuk serangan seperti penyusupan email bisnis (BEC).

3. Ransomware masih menjadi ancaman utama — bagi perusahaan besar dan UKM. Sektor publik, perawatan kesehatan, manufaktur, dan organisasi penting lainnya termasuk dalam target bernilai tinggi.

Namun terlepas dari beberapa penangkapan baru-baru ini, ransomware terus menjadi salah satu serangan cyber yang paling menguntungkan saat ini. Acronis memperkirakan kerusakan akibat ransomware akan melebihi $20 miliar sebelum akhir tahun 2021.

 Baca juiga: Resmikan Cyber Security Hub, Plt Dirjen Diktiristek:Talenta Digital Bidang Keamanan Siber Perlu Disiapkan

4. Mata uang kripto adalah salah satu sasaran favorit penyerang. Infostealer dan malware yang menukar alamat dompet digital menjadi sebuah realitas pada masa kini.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini