Share

Metaverse Hadir, Kominfo Pilih Kuatkan Jaringan Infrastruktur Telekomunikasi

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 54 2524936 metaverse-hadir-kominfo-pilih-kuatkan-jaringan-infrastruktur-telekomunikasi-NlGUDDOOQB.jpg Metaverse (Foto: CGTN)

DIBANDINGKAN menyiapkan metaverse, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memilih menyiapkan infrastruktur jaringan telekomunikasi, salah satunya menyiapkan ekosistem digital kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi. Menurutnya melalui literasi akan menyiapkan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi.

 metaverse

"Secara paralel, kami fokus menguatkan ekosistem digital dari hulu ke hilir melalui percepatan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi," kata Dedy.

Sebelumnya dalam Mukhtamar NU Rabu (22/12/2021) Presiden Jokowi mengenang pertemuannya dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg 2016. Ia menyampaikan bila saat ini perkembangan teknologi begitu pesat. Karena itu ia mendorong masyarakat agar dapat beradabtasi dengan itu.

Dedy melanjutkan, peningkatan ekosistem yang dimaksud yaitu meningkatkan literasi dan kecakapan digital, serta upaya lain memastikan ruang digital yang produktif dan kondusif. Sehingga element publik diharapkan semakin siap, resilien, dan gesit menghadapai tren teknologi, termasuk Metaverse.

Saat terhadap Metaverse sendiri, Dedy mengakui pihaknya masih mengkaji lebih dalam tentang tren itu. Uji coba kemungkinan akan dilakukan dalam beberap waktu nanti.

Meski demikian terhadap perkembangan Metaverse, Direktur Utama Shinta VR Andres Rizky dalam wawancaranya di salah satu media di Indonesia melalui youtube mengungkapkan bila pihaknya telah menyiapkan Metaverse sejak 2016. Ia mengatakan saat ini perusahaannya dipercaya menangani proyek di lebih 10 negara di dunia.

Kepada negara berkembang, khususnya Indonesia, Andres mengungkapkan Metaverse sendiri tak hanya diuntungkan dari sisi teknologi, melainkan dalam kacamatan bisnis, ekonomi, sosial, hingga pendidikan akan diuntungkan.

Karena itulah, Andres kemudian merancang pengunaan metaverse pada dunia pendidikan. Salah satu membantu para guru mengenalkan pelajaran kepada para muridnya sekalipun di rumah.

"Ini pendidikan untuk kelas 12. Jadi sejak SD, SMP, dan SMA. Kuncinya ke konten, kami membuat guru guru di seluruh indonesia bisa melakukan program mengajar secara virtual," katanya.

Tak hanya itu, Andres mengatakan kedepannya penggunaan Metaverse tak secara eklusif. Artinya semua orang bisa menggunakan ini dan tak membutuhkan laptop maupun ponsel mewah. Terlebih dengan memaksimalkan penyimpanan melalui cloud, maka basis data yang di sajikan tak terbatas.

 Baca juga: Metaverse Cerminan Diri di Dunia Maya

"Jadi nanti tak perlu kacamata VR, cukup melalui ponsel saja," katanya.

Game Online

Menanggapi adanya Metaverse, pada game online sendiri pengenalan Metaverse sudah lebih ditampilkan melalui bentuk avatar pada game online. Bahkan dalam kawasan lingkungan digital, game ini mampu mempertemukan penggunanya dari setiap negara melalui avatar.

Melalui konsul game, para pengguna bisa berkomunikasi langsung dengan para pemain tanpa ketakutan penggunaan bahasa, sebab sistem dalam game itu mampu menterjemahkan bahasa secara otomatis.

Melansir dari wikipedia sendiri beberapa game semacam ini sudah lebih dahulu ada sebelum tahun 2010. Inilah yang kemudian mengembangkan hingga menjadi metaverse dalam dewasa sekarang.

Sementara pada game lainnya seperti the sims, yang bisa digunakan di PC hingga console Xbox dan Play Station. Game ini juga mampu mengenalkan sistem Metaverse melalui multiplayer online.

Setiap akun di game ini memiliki avatar yang mengatur layaknya kehidupan di dunia nyata mulai dari makan, bekerja, tidur, rapat, menikah, hingga memiliki keturunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini