Satelit China Mampu Memotret Wilayah Amerika Hanya dalam Hitungan Detik

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 56 2524679 satelit-china-mampu-memotret-wilayah-amerika-hanya-dalam-hitungan-detik-x0SBpWOd9O.jpg Satelit Beijing-3 milik China. (Foto: china-arms)

SATELIT kecil milik China yang dinamai Beijing-3 mampu memotret gambar resolusi tinggi kota-kota di Amerika Serikat hanya dalam hitungan detik. Para ilmuwan mengatakan, kecepatan pengambilan gambar stelit ini bahkan tidak bisa ditandingi oleh teknologi canggih buatan Amerika.

Satelit kecil seberat 1 ton buatan China tersebut dapat dengan cepat mengambil gambar resolusi tinggi kota-kota di Amerika Serikat yang sangat rinci sehingga dapat mengidentifikasi kendaraan militer individu dan senjata yang dibawa. Demikian diungkapkan ilmuwan China yang terlibat dalam proyek Satelit Beijing-3.

Baca juga: Pengalaman Presiden Jokowi Main Pingpong Virtual, Tidak Pakai Bet Tapi Keringetan 

Satelit Beijing-3 diluncurkan oleh China pada bulan Juni lalu, kemudian melakukan pemindaian mendalam di area seluas 1.470 mil persegi di Teluk San Francisco. Satelit menangkap daerah itu dalam waktu 42 detik. Demikian dilaporkan The South China Morning Post yang mengutip hasil pada bulan ini di jurnal peer-review China Spacecraft Engineering.

"Beijing-3 memiliki keunggulan unik di balik lengannya. Dia dapat melenggang hingga 10 derajat per detik tanpa mengorbankan kualitas gambar saat mengorbit Bumi," kata pemimpin ilmuwan Yang Fang, yang mengepalai proyek yang dijalankan oleh DFH Satellite Company di bawah Akademi Luar Angkasa dan Teknologi China, seperti dikutip dari Insider, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Keren! Kacamata Pintar Ini Bisa Terima Telepon hingga Dengerin Musik 

Biasanya, jelas dia, kamera satelit harus tidak bergerak saat mengambil gambar definisi tinggi, dan dengan demikian hanya dapat mengamati bidang tanah yang lurus saat mengorbit di atas area tersebut. Jadi terkadang satelit harus terbang di atas suatu wilayah beberapa kali untuk memindai seluruh area atau bekerja bersama-sama dengan satelit lain.

Kemampuan manuver Beijing-3 berarti hanya perlu satu sapuan untuk mengamati seluruh wilayah, seperti Sungai Yangtze sepanjang 3.915 mil, sungai terpanjang di Asia, yang berliku dari pantai timur China ke dataran tinggi Tibet barat, kata para peneliti dalam sebuah CCTV- 13 segmen siaran.

Ia menambahkan, jika Beijing-3 dilengkapi dengan kecerdasan buatan, maka berpotensi dapat mengamati hingga 500 area di seluruh dunia dengan hingga 100 kunjungan ulang sehari. Demikian The Post melaporkan.

Namun, kualitas citra Beijing-3 tidak cukup tajam untuk menyaingi satelit yang dikembangkan Amerika, seperti Worldview-4, yang dibuat oleh Lockheed Martin dan dapat menangkap gambar pada resolusi 12 inci per piksel.

Baca juga: Viral Kakek Nobar Piala AFF 2020 Aksinya Gagalkan Penalti Singapura, Netizen: The Real of Pawang Indonesia 

Beijing-3 dapat mengambil gambar dengan resolusi terbaik 20 inci per piksel. Tetapi para penelitinya mengatakan waktu respons satelit China sekira dua hingga tiga kali lebih cepat daripada Worldview-4, yang dihentikan pada 2019, kurang dari tiga tahun setelah peluncurannya pada 2016, karena kegagalan dalam sistem stabilisasinya.

Laporan tentang Beijing-3 muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di Amerika Serikat bahwa teknologi luar angkasa China tumbuh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Jenderal David Thompson, wakil kepala operasi ruang angkasa di Angkatan Luar Angkasa AS, mengatakan China bisa menyalip AS dalam kemampuan luar angkasa pada tahun 2030.

Baca juga: Pasar Ponsel di Indonesia Didominasi Pengguna Prabayar, Operator Seluler Makin Bersaing! 

"Faktanya bahwa pada intinya rata-rata mereka membangun dan mengerahkan dan memperbarui kemampuan ruang mereka dua kali lipat dari kecepatan kita berarti bahwa segera, jika kita tidak mulai mempercepat pengembangan dan kemampuan pengiriman kita, mereka akan melebihi kita," kata Thompson, seperti dilaporkan CNN.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini