Share

Perusahaan Teknologi Berlomba-lomba Kembangkan Metaverse

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 57 2524946 perusahaan-teknologi-berlomba-lomba-kembangkan-metaverse-z3jW6itWcP.jpg Metaverse (Foto: Analityc india magazine)

TAK hanya Facebook, pengembangan usaha teknologi Metaverse juga dilakukan sejumlah perusahaan teknologi. Meski demikian, mereka tak mengumbar seperti layaknya Facebook.

President Microsoft Brad Smith saat mengutip Reuters mengungkapkan untuk membangun Metavers pihaknya membutuhkan kolaborasi dan interoperabilitas untuk pengembangan. Sehingga, Metaverse membutuhkan banyak hal yang perlu dikerjakan.

 Metaverse

"Saya pikir (metaverse) akan jadi sangat besar, dan cukup penting. Kami harus memastikan itu melindungi privasi, keamanan digital dan melindungi dari disinformasi, manipulasi. Banyak yang harus kami kerjakan," kata Smith.

Meskidemikian, Smith menegaskan pada akhirnya kemajuan teknologi tak terbendung dan beberapa raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, dan Apple akan mengembangan versi metaversenya sendiri.

"Semua orang akan memasuki ini," ujar Smith.

Dilain sisi Microsoft sendiri bekerjasama dengan Bloomberg TV mengembangkan Metaverse versinya tersendiri, salah satunya program konferensi video Teams yang popular.

Perangkat lunak kolaboratif Teams sebagai avatar virtual di ruang kerja fantasi yang menjadikan program ini selangkah lebih maju dibandingkan Facebook.

“Microsoft menawarkan kepada pengguna opsi untuk mewakili diri mereka sendiri melalui avatar digital dan berkumpul di ruang kerja virtual,” kata CEO perusahaan Satya Nadella kepada Bloomberg TV pada Selasa ketika fitur-fitur baru sedang ditampilkan pada acara Ignite perusahaan.

Selain konferensi video belaka, belakangan microsoft menambahkan dunia augmented reality (realitas tambahan). Dengan demikian, perangkat lunak mampu membagi file Microsoft Office, seperti presentasi PowerPoint dan lembar lajur Excel, memperjelas bahwa pesaing Facebook dioptimalkan untuk bekerja daripada bermain.

Metaverse Microsoft yang didasarkan perangkat lunak Mesh ini diluncurkan pada November 2021 lalu. Perangkat ini memungkinkan realitas tertambah dan realitas virtual di seluruh platform Google, termasuk tidak terbatas pada HoloLens milik Microsoft. Konten tersebut juga tersedia di tablet, ponsel cerdas, dan PC.

Apple Kembangkan Metaverse

Tak mau kalah, Apple juga telah berupaya menguatkan dan mengembangkan Metaverse-nya, salah satunya berencana meluncurkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) tahun depan. Perangkat ini disinyalir sangat mirip dengan Facebook.

Selain itu, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs akan memasangnya dengan canggih salah satunya memasang cip (chipset) canggih, layar, sensor, dan fitur berbasis avatar. Selain itu, gadgetnya mereka setidaknya akan menampilkan 15 modul kamera yang dimulai dari teknologi pelacakan mata dan pengenalan iris mata.

Memuluskan potensi bisnis ini, data Statista global mencatat perkiraan biaya 30,7 miliar dollar atau 427 triliun menjadi dana yang perlu disiapkan untuk mengambangkan bisnis ini.

Google pilih Pencarian

Sementara itu, Google sendiri masih optimis teknologi mesin pencariannya tidak akan tertinggal zaman sekalipun nantinya ada Metaverse. Hal itu diungkapkan CEO Google Sundar Pichai.

Dalam wawancaranya dikutip Bloomberg, Pichai menyakini Google Search masih berpotensi mendongkrak valuasi ke depannya. Ini terlihat dari Alphabet di bulan November 2021 yang melampaui kapitalisassi 2 triliun dollar.

"Kami mampu beradaptasi dengan itu dan mengembangkan teknologi mesin pencarian akan terus menjadi peluang terbesar,” kata Pichai

Selain itu, Pichai teknologi komputasi awan (cloud) memliki peranan penting bersama dengan layanan video Youtube dan aplikasinya Google Play Store. Karena itu, investasi terhadap teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendasari masing masing lini bisnis.

Seperti diketahui, sejak memimpin Google pada 2015, Pichai mendorong perusahaan agar gencar menyasar pasar cloud dan berinvestasi banyak di AI. Ia juga menjadikan Asia sebagi pasar uji coba sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Sementara itu, beberapa perusahaan lainnya, yaitu Platform video game Roblox Corporation yang telah go public tahun ini menggambarkan Metaverse sebagai tempat orang-orang dapat berkumpul bersama dalam jutaan pengalaman 3D untuk belajar, bekerja, bermain, berkreasi, dan bersosialisasi.

Tak ketinggalan, produsen chip komputer, Nvidia Corp membangun platform Omniverse-nya untuk menghubungkan dunia 3D ke alam semesta virtual bersama. Platform Metaverse-nya bakal dipakai untuk simulasi proyek konstruksi dan pabrik.

 Baca juga: Metaverse Cerminan Diri di Dunia Maya

Begitupun dengan Unity Software Inc yang mengembangkan perangkat lunak untuk merancang video game juga menyiapkan alat atau teknologi untuk dipakai dalam Metaverse. Termasuk Snapchat yang dimiliki Snap Inc telah lama membuat avatar khusus dan filter berbasis augmented reality (AR). Tahun ini perusahaan merilis kacamata AR pertama yang tersedia bagi pengembang untuk bereksperimen dengan menciptakan pengalaman virtual.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini