Share

Terungkap, Asal-Usul Metaverse dari Novel Snow Crash

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 57 2525393 terungkap-asal-usul-metaverse-dari-novel-snow-crash-GLPxnA6Bvs.jpg Metaverse (Foto: Fast and moody)

AKHIR-AKHIR ini Metaverse ramai diperbincangkan lantaran pemilik Facebook Mark Zuckerberg mengganti nama perusahaannya menjadi Meta.

Meta sendiri memiliki makna melampaui yang berasal dari bahasa Yunani. Zuckerberg menyatakan, perubahan ini akan fokus pada membangun dunia virtual yang baru dan terus menjadikan teknologi sebagai penghubung antarmanusia.

Metaverse 

Menurut Zuckerberg, masa depan internet akan terletak pada Metaverse atau dunia virtual. Setiap orang bisa bekerja dan bermain di dunia virtual tersebut.

Istilah Metaverse sejatinya muncul pertama kali dalam novel karya Neal Stephenson bertajuk Snow Crash. Novel dengan genre fiksi ilmiah ini diterbitkan tahun 1992 oleh penerbit Bantam Books.

Dalam buku ini, Stephenson menyebut Metaverse merupakan struktur fiksi yang terbuat dari kode-kode. Kode tersebut hanya bisa dipahami oleh komputer.

Dengan demikian, internet dijadikan sebagai realitas virtual. Pengguna internet diwakili oleh avatar yang mampu berinteraksi dengan pengguna internet lain melalui perangkat lunak.

Snow Crash memiliki latar waktu di awal abad ke-21. Pada saat itu, kondisi ekonomi diceritakan kacau. Pemerintah sudah tidak lagi memiliki kekuatan, sementara itu perusahaan-perusahaan raksasa mengambil alih kekuatan dunia.

Sang tokoh utama, Hiro Protagonist, yang berprofesi sebagai pengantar pizza dan peretas (hacker), menjadikan Metaverse sebagai pelarian. Ia menggunakan avatarnya sendiri untuk menjelajahi dunia virtual dan banyak menghabiskan waktunya di Metaverse.

Dalam bukunya, Stephenson menyatakan bahwa Snow Crash merupakan buah dari kolaborasinya dengan Tony Sheeder. Awalnya mereka ingin menghadirkan novel grafis yang dihasilkan oleh komputer.

Stephenson mengaku menemui banyak kesulitan dalam menulis novelnya ini. Namun ia banyak mendapat masukan dan saran dari rekan-rekannya, seperti Chuck Verrill, Denise Stewart, dan Liz Darhansoff yang mengawal penulisan novel ini dari draft pertama.

 Baca juga: Metaverse Cerminan Diri di Dunia Maya

Stephenson juga menjelaskan bahwa Metaverse adalah penemuannya sendiri. Semula ia ingin menggunakan istilah ‘realitas virtual’. Namun, Stephenson merasa istilah tersebut terlalu canggung dan kurang baik. Sehingga, tercetuslah istilah Metaverse.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini