Awas! Ribuan Berkas Berbahaya Beredar di Internet

Antara, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 54 2526756 awas-ribuan-berkas-berbahaya-beredar-di-internet-5fnHGbxAO0.jpg Ribuan berkas berbahaya beredar di internet (foto: istimewa)

JAKARTA - Sistem deteksi milik perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan ratusan ribu berkas berbahaya beredar di internet setiap hari pada tahun 2021.

"Ini memang tidak terduga – aktivitas online masih tinggi karena kerja jarak jauh diadopsi di seluruh dunia," kata pakar keamanan di Kaspersky, Denis Staforkin, dikutip dari siaran pers, Senin, (3/1/2022).

Sistem di Kaspersky menemukan rata-rata ada 380.000 berkas berbahaya setiap hari selama 12 bulan terakhir. Jumlah ini 20.000 lebih banyak dibandingkan temuan tahun lalu.

Baca Juga:  Terinfeksi Malware Joker, 15 Aplikasi Android Ini Harus Segera Dihapus

Sebagian besar ancaman terjadi melalui berkas WindowsPE, format berkas untuk sistem operasi Windows. Kaspersky menemukan ancaman yang tersebar lewat sistem operasi Linux meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Mereka mendeteksi pertumbuhan 57 persen melalui Linux.

Lebih dari separuh, 54 persen, ancaman yang disebarkan melalui berkas berupa Trojan yang tidak dikenal. Ketika banyak jenis ancaman yang turun volume pada 2021, Trojan Dropers justru naik 2,24 persen dibandingkan 2020.

Malware Trojan Droppers dinilai sangat berbahaya karena bisa mengirimkan malware lainnya, yang lebih canggih ke perangkat.

Baca Juga:  Malware BloodyStealer Siap Serang Akun Game Online

Penyebaran berkas berbahaya ini juga merupakan dampak dari aktivitas dalam jaringan yang semakin banyak. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan secara dalam jaringan atau online, semakin banyak juga perangkat yang digunakan.

Jika perangkat yang terkoneksi ke internet semakin banyak, semakin luas juga ancaman dan serangan.

Untuk mengatasi hal ini, literasi digital perlu ditingkatkan seperti tidak sembarangan mengeklik tautan dari sumber yang tidak dikenal dan tidak mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.

Pengguna perangkat juga harus waspada jika ada perintah untuk mematikan sistem keamanan perangkat lunak, terutama pada gawai yang digunakan untuk bekerja.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini