Share

Pakar Sebut Simpan Password di Google Chrome Bahaya

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Selasa 04 Januari 2022 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 57 2527202 pakar-sebut-simpan-password-di-google-chrome-bahaya-xlo2hsY3Bv.jpg Google Chrome (Foto: Bob FM)

PARA pakar mengingatkan pengguna agar tidak menyimpan password di browser web, seperti Chrome dan Edge. Sebab itu menjadi sasaran empuk bagi para peretas yang menargetkan para pekerja yang masih WFH.

Menyimpan password di Chrome dan Edge merupakan hal yang umum dan biasanya dianggap cukup aman. Langkah ini biasanya dipilih untuk mengingat detail login untuk setiap aku atau situs web yang digunakan.

 peretas

Namun, para peneliti TI memperingatkan untuk tidak menggunakan fitur seperti itu lagi di browser karena pelanggaran keamanan baru-baru ini telah mengancam sejumlah perusahaan.

Menurut pakar keamanan AhnLab, dikutip dari New York Post, Selasa (4/1), seorang karyawan yang bekerja dari jarak jauh menjadi korban saat mereka menggunakan VPN untuk mengakses jaringan perusahaan mereka.

Orang tersebut dengan polosnya melakukan pekerjaan di perangkat yang juga dipakai oleh orang lain yang tinggal bersama mereka, tanpa menyadari bahwa perangkat tersebut telah terinfeksi malware pencuri informasi yang disebut Redline Stealer.

Hal ini menyebabkan detail akun dan kata sandi sensitif dari berbagai situs dicuri, termasuk informasi untuk mengakses VPN perusahaan.

Peretas kemudian menggunakannya untuk masuk dan mengorek data bisnis pribadi tiga bulan kemudian.

Dan lebih buruk lagi, komputer memiliki perangkat lunak antivirus yang diinstal tetapi malware dapat mengatasinya.

“Meskipun fitur penyimpanan kredensial akun dari browser sangat nyaman, karena ada risiko kebocoran kredensial akun pada infeksi malware, pengguna disarankan untuk tidak menggunakannya dan hanya menggunakan program dari sumber yang jelas,” kata AhnLab.

 Baca juga: Ini Kata-Kata Rahasia Bisa Bikin Tampilan Google Chrome dan YouTube Berubah

Peretas dilaporkan telah menargetkan orang-orang yang bekerja di rumah karena pandemi Covid-19.

(DRM)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini