Share

Sains dan Alquran Buktikan Lebah Jadi Serangga Diistimewakan Allah SWT

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 09:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 56 2528668 sains-dan-alquran-buktikan-lebah-jadi-serangga-diistimewakan-allah-swt-1K1lLkV5h0.jpg Lebah (Foto: Pixabay)

BANYAK orang menghindari lebah karena takut terkena sengatannya. Namun tahukah Anda, serangga ini ternyata memiliki banyak keunggulan yang diciptakan Allah Subhanahu wa ta’ala. Seperti tertulis di dalam Surah An Nahl, yaitu:

Wa auḥā rabbuka ilan-naḥli anittakhiżī minal-jibāli buyụtaw wa minasy-syajari wa mimmā ya'risyụn.ṡumma kulī ming kulliṡ-ṡamarāti faslukī subula rabbiki żululā, yakhruju mim buṭụnihā syarābum mukhtalifun alwānuhụ fīhi syifā`ul lin-nās, inna fī żālika la`āyatal liqaumiy yatafakkarụn.

 lebah

Artinya: "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS. An Nahl:68-69).

Sementara itu, dikutip dari Buku Pintar Sains dalam Alquran, karya Dr Nadiah Thayyarah, dalam Alquran terdapat satu surah bernama an-Nahl yang berarti lebah. Makhluk satu ini merupakan serangga yang sangat istimewa.

Lebah mampu memproduksi makanan yang bergizi, dan obat untuk berbagai macam penyakit. Kata auha (mewahyukan) pada ayat di atas berarti bahwa Allah telah mendaptakan lebah dilengkapi insting, atau karakter alamiah yang membuatnya bertingkah laku seperti yang kita lihat.

Kemudian para ilmuwan telah menemukan sekitar 12 ribu jenis lebah. Kurang lebih 600 jenis di antaranya hidup secara berkelompok, sedangkan sisanya hidup secara individual. Serangga ini juga merupakan jenis yang memiliki sistem sosial yang detail dan solid, yang tak akan mampu ditiru oleh komunitas sosial manusia manapun.

Individu-individu lebah hidup secara berkelompok di dalam sarang mereka, seperti komunitas manusia. Setiap kelompok mempunyai tugas tersendiri, seperti kelompok pekerja, kelompok tentara, kelompok pejantan, dan kelompok bertelur.

Komunitas lebah terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu ratu, pejantan, dan pekerja. Ratu bertugas untuk bertelur. Kelompok pejantan hidup sejahtera dan hanya bertugas untuk mengawini lebah ratu guna menghasilkan generasi lebah baru.

Kelompok pekerja adalah lebah betina seperti juga ratu, tetapi mereka tidak subur (mandul).

Kelompok pekerja ini bertugas membuat sarang sebagai tempat menyimpan telur, merawat bayi-bayi lebah, dan menyimpan madu. Selain itu, kelompok lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan sari-sari bunga dan mengubahnya mcnjadj madu.

Mereka pun mampu mengubah madu menjadi cairan lilin dengan menggunakan kelenjar khusus.

Ketika jumlah lilin madu telah mencukupi, mereka pun mulai membangun sarang dalam bentuk heksagonal (segienam) yang saling berdampingan. Berbeda dengan cara manusia, lebah menyusun sarang madunya dari atas ke bawah.

Penelitian telah membuktikan bahwa bentuk heksagonal lebih kuat dan lebih efisien karena bentuk ini tidak menyisakan ruang kosong sebagaimana bentuk lingkaran.

Lebah pekerja menempuh jarak sekitar 7 kilometer guna mendapatkan bunga-bunga yang cocok. Walaupun harus menempuh jarak sejauh itu, mereka tidak pernah tersesat untuk kembali ke sarang mereka seraya membawa serbuk-serbuk sari.

Oleh karena itu hasilnya lebah dapat menghasilkan madu, di mana cairan tersebut merupakan obat yan juga dianjurkan di dalam Islam. Madu terbuat dari segala macam sari tumbuhan, sehinggaberkhasiat untuk dijadikan obat.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَآ أَنْهَٰرٌ مِّن مَّآءٍ غَيْرِ ءَاسِنٍ وَأَنْهَٰرٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُۥ وَأَنْهَٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنْهَٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَٰلِدٌ فِى ٱلنَّارِ وَسُقُوا۟ مَآءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَآءَهُمْ

Maṡalul-jannatillatī wu'idal-muttaqụn, fīhā an-hārum mim mā`in gairi āsin, wa an-hārum mil labanil lam yatagayyar ṭa'muh, wa an-hārum min khamril lażżatil lisy-syāribīn, wa an-hārum min 'asalim muṣaffā, wa lahum fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa magfiratum mir rabbihim, kaman huwa khālidun fin-nāri wa suqụ mā`an ḥamīman fa qaṭṭa'a am'ā`ahum

Artinya: "(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahanam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?" (QS. Muhammad: 15).

 Baca juga: Tak Cuma Madu, Ternyata Getah Lebah Juga Punya Banyak Manfaat Loh

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

"Penyembuhan bisa lewat tiga macam: bekam, minum madu, atau membakar dengan api. Dan aku melarang umatku membakar dengan api." (HR. Bukhari).

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini