Share

10 Prediksi Tren Teknologi Masa Depan yang Bakal Bersinar

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 57 2530641 10-prediksi-tren-teknologi-masa-depan-yang-bakal-bersinar-uldpUqM0hX.jpg Prediksi tren teknologi masa depan (Foto: GEP)

8. Perceptive Soft Robotic

Tidak seperti robot konvensional pada umumnya, perceptive soft robotic adalah robot dengan tubuh yang fleksibel secara fisik dan kepekaan, mengalami peningkatan pada tekanan, penglihatan, dan suara.

Robot-robot ini memanfaatkan teknologi canggih seperti fleksibel pada elektronika, materi tubuh yang bebas tekanan. Dan AI, memungkinkan robot-robot itu melakukan aktivitas khusus dan kompleks, serta melakukan penyesuain bentuk agar adaptif dengan lingkungan fisik yang berbeda.

Kemunculan perceptive soft robotic akan mengubah arah industri manufaktur, dari produksi massal produk terstandarisasi, menjadi produk khusus dalam jumlah kecil. Dalam 5 tahun ke depan, perceptive soft robotic akan menggantikan robot konvensional di industri manufaktur dan membuka jalan bagi penggunaan robot pelayan yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

9. Komputasi yang Terintegrasi dengan Satelit-terestrial

Jaringan terestrial dan sistem komputasi menyediakan layanan digital untuk daerah padat penduduk, tetapi tidak ada layanan yang tersedia di daerah jarang penduduk seperti gurun, laut, dan luar angkasa.

Nantinya, STC menghubungkan satelit high-Earth orbit (HEO) dengan low-Earth orbit (LEO) dan jaringan komunikasi seluler terestrial, demi menghasilkan cakupan jaringan yang mulus dan multidimensi.

Dalam 5 tahun ke depan, satelit dan sistem terestrial akan berfungsi sebagai computing node untuk membentuk sistem jaringan terintegrasi yang menyediakan konektivitas di mana-mana.

10. Co-Evolution Model AI Skala Besar dan Kecil

Model pra-pelatihan skala besar, juga dikenal sebagai model utama. Ini merupakan terobosan teknik mendasar dari Weak AI ke General AI, secara relatif meningkatkan kinerja berbagai aplikasi menggunakan deep learning konvensional.

Namun, keunggulan pada kinerja tingkat tinggi dan kekurangannya pada konsumsi daya yang tidak seimbang, membatasi eksplorasi model skala besar.

Di masa depan, model AI bergeser dari skalabilitas pada model dasar ke co-evolution model berskala besar dan kecil melalui cloud, edge, dan perangkat, di mana lebih berguna dalam penggunaannya.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini