Share

Viral! Lebah Mematikan Memakan Korban Jiwa di Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 18 Januari 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 56 2533949 viral-lebah-mematikan-memakan-korban-jiwa-di-indonesia-ini-penjelasan-brin-fjY1yCIwfg.JPG Viral lebah mematikan memakan korban jiwa (Foto: Bee Culture)

JAKARTA - Kabar tentang sengatan lebah mematikan yang memakan korban jiwa di Indonesia mendadak viral belakangan ini. Fenomena langka ini, dapat perhatian serius dari Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN).

Kabar yang beredar, seorang supir diserang lebah di jalan lintas Sei Hanyu, Puruk Cahu, Desa Jekatan Pari, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas.

Supir tersebut, disengat ketika memeriksa kendaraannya yang terhenti akibat jalan berlumpur.

Baca JugaSains dan Alquran Buktikan Lebah Jadi Serangga Diistimewakan Allah SWT

Dikutip dari keterangan resminya, Selasa (18/1/2022), Peneliti Pusat Riset Biologi dari Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN), Sih Kahono menjelaskan, hewan yang menyengat supir itu bukanlah lebah melainkan tawon.

Kahono mengatakan, dari informasi yang berkembang seolah-olah sudah diketahui dengan pasti jenis serangga yang menyerang korban adalah lebah naning (Apis dorsata).

“Apis dorsata adalah lebah madu dengan habitat di hutan, bersarang di cabang bagian atas pohon atau ranting bawah jika tidak ada tumbuhan besar. Tetapi ada juga yang mengatakan bahwa yang menyengat tawon bukan lebah, dari grup tawon vespa,” ujarnya.

Dia berpendapat, guna mengetahui korban disengat oleh lebah atau tawon perlu juga dilihat bekas sengatannya.

"Jika bekas sengatan berupa lubang tanpa ada sengat yang tertinggal, maka serangga yang menyengat tersebut adalah tawon vespa," tegas dia.

Namun, sambung Kahono, andai ada bekas sengatan yang tertinggal serangga tersebut adalah lebah madu.

Menurutnya, berdasarkan perkembangan informasi yang ada hingga saat ini, bisa disimpulkan serangga yang menyengat si supir adalah tawon vespa.

“Kekuatan racun tawon vespa lebih kuat dari lebah. Namun, frekuensi penyengatan juga penting. Semakin sering menyengat akan semakin kuat sengatannya,” padar Kahono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini