Share

Mengungkap Terjemahan Kalender Suku Maya yang Dipakai Memprediksi Kiamat

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 19 Januari 2022 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 56 2534776 mengungkap-terjemahan-kalender-suku-maya-yang-dipakai-memprediksi-kiamat-PGyAUB8zgm.jpg Kalender suku Maya (Foto: USA Today)

JAKARTA - Kalender suku Maya pada 2012 silam, pernah dikaitkan dengan kiamat, namun hingga kini tidak terjadi. Diketahui, kalender mereka tersebut punya sistem perhitungan yang kompleks.

Dirangkum dari berbagai sumber, suku Maya sebenarnya punya 3 sistem kalender yang masing-masing digunakan untuk tujuan tertentu.

Ketiga sistem kalender suku Maya tersebut, antara lain Tzolk'in (kalender suci), Haab' (kalender sekunder), dan Long Count (kalender jangka panjang).

Baca Juga: Sains dan Alquran: Jutaan Mikroba Bersemayam di Mulut Manusia

Tzolk'in

Kalender suku Maya yang pertama ini berfungsi untuk bikin jadwal upacara atau ritual kepercayaan mereka. Tzolk'in, perhitungannya berlangsung 260 hari.

Haab'

Kalender sekunder ini, perhitungannya 365 hari layaknya yang dipakai manusia zaman ini, namun Haab' tidak memperhitungkan seperempat hari tambahan yang dibutuhkan Bumi untuk memutari Matahari.

Long Count

Inilah kalender yang pernah ditafsirkan untuk memprediksi kiamat pada 2012 silam. Sebab, pada 12 Desember 2021, Long Count telah menuntaskan siklusnya. Long Count sendiri, berfungsi untuk penanggalan jangka panjang hingga 18.980 hari atau 52 tahun.

Sebelumnya, kalender suku Maya pernah salah diterjemakan untuk memprediksi kiamat pada 21 Desember 2012. Para ahli sejarah suku Maya menerangkan, tanggal tersebut adalah akhir dari perhitungan kalender Long Count, bukan pertanda kiamat.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini