Share

Data BI Bocor, Kemenkominfo Dorong Koordinasi dengan BSSN

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 54 2535568 data-bi-bocor-kemenkominfo-dorong-koordinasi-dengan-bssn-uNxaZUCCkA.jpg Kemenkominfo dorong kebocoran data BI (Foto: Reuters)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informastika (Kemenkominfo) merespons kebocoran data yang dialami Bank Indonesia (BI). Diketahui, serangan siber ini mencuat pada Kamis (20/1) kemarin.

Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi mengatakan, Pemerintah mendorong para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ketika mengalami gangguan.

"BSSN sebagai lembaga yang berwenang untuk merekomendasikan implementasi teknik keamanan siber, dan menerapkan ketentuan teknis siber," kata Dedy dalam keterangan pers, dikutip Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: BSSN Benarkan Data Bank Indonesia Bocor

Dia menyatakan, menyikapi pemberitaan terkait serangan siber terhadap BI, pihaknya mengapresiasi langkah BI yang telah berkoordinasi dengan BSSN untuk melakukan upaya verifikasi, pemulihan, audit, dan mitigasi sistem elektronik.

"Kemenkominfo sesuai amanat peraturan perundang undangan, akan terus melakukan pengawasan komitmen dan keseriusan PSE dalam melindungi data pribadi yang dikelolanya," ujar dia.

Baca Juga: Data Bank Indonesia Diduga Bocor, Disebut Jadi Korban Geng Conti Ransomware

Sebelumnya, platform keamanan siber DarkTracer mengungkap kejadian ini Twitter. Data-data yang bocor itu, dikatakan sebagai hasil retasan geng Conti ransomware.

"(PERINGATAN) geng Conti ransomeware mengumumkan "BANK INDONESIA" masuk dalam daftar korban," tulis DarkTracer.

Mereka melampirkan foto pengumuman geng ransomware Conti di situs dark web. Terlihat tampilan file yang dinamai corp.bi.go.id.

Dari tangkapan layar, menampilkan file-file yang diduga milik BI berhasil disusupi. File yang muncul baru 1 persen dengan ukuran 487,09 MB.

BSSN pun mengkonfirmasi bahwa benar ada kebocoran data di Bank Indonesia (BI), tetapi bukan termasuk data kritikal.

Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan mengatakan, serangan siber tersebut telah dilaporkan oleh BI sejak 17 Desember 2021 silam.

Disebutkan, BSSN langsung berkoordinasi untuk melakukan mitigasi terhadap insiden ini.

"Tim BSSN dan BI melakukan verifikasi terhadap konten dari data yang tersimpan. Data yang tersimpan diindikasikan merupakan data milik Bank Indonesia cabang Bengkulu," kata Anton.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini