Share

Fenomena Matahari Terbenam Lebih Lambat Bakal Dialami Indonesia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 23 Januari 2022 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 56 2536430 fenomena-matahari-terbenam-lebih-lambat-bakal-dialami-indonesia-ini-penjelasan-lapan-14CtQo00JI.jpg Matahari terbenam lebih lambat terjadi di Indonesia (foto: Wikipedia)

JAKARTA – Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) melalui situs resminya melaporkan bahwa sebagian wilayah di Indonesia akan mengalami fenomena alam, yakni perlambatan terbenamnya Matahari. Wilayah yang dimaksud LAPAN tersebut yakni, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Andi Pangerang, peneliti LAPAN mengatakan Bumi berotasi terhadap sumbunya dengan kemiiringan 66,6 derajat bidang edar dan eklitika secara berbarengan. Bumi akan mengelilingi matahari dengan sumbu yang miring.

“Miringanya sumbu rotasi Bumi saat mengelilingi Matahari dapat menyebabkan waktu terbit dan terbenamnya matahari bervariasi selama satu tahun, baik itu lebih cepat maupun lambat,” ujar Andi Pangerang dikutip dari situs resmi LAPAN.

Baca Juga: Beredar Info Fenomena Aphelion Sebabkan Cuaca Sangat Dingin, Ini Penjelasan LAPAN

Andi menjelaskan bahwa waktu yang digunakan sehari-hari adalah waktu sipil atau waktu terzonasi, yakni waktu yang ditentukan berdasarkan bujur tolol zona waktu. Zona waktu itu disebut sebagai waktu Matahari Sejati, atau Waktu Istiwak.

Hal inilah yang membuat Matahari mencapai titik tertinggi di atas ufuk pada pukul 12.00 menurut waktu sejati. Akan tetapi, deklinasi Matahari bervariasi dalam satu satu, anatar -23,4 derajat hingga +23,4 derajat

Baca Juga: Mulai Besok Penduduk Bumi Bisa Lihat Planet Venus Secara Langsung

Andi menambahkan, fenomena ini juga terjadi saat soltis Juni, dimana ketika ketika Matahari berada paling Utara saat tengah hari yang terjadi setiap tanggal 20/21 Juni setiap tahunnya. Sedangkan sumbu rotasi Bumi di belahan selatan dan kutup selatan miring menjauhi Matahari. Dengan demikian, lanjut Andi Matahari terlihat lebih lambat terbenamnya dari biasanya di waktu normal.

Catata kedua adalah, terjadi disaat solstis Desember, dimana Matahari berada di paling selatan saat tengah hari yang terjadi pada bulan Desember setiap tahunnya. Dua catatan itulah yang menjadi penyebab kombinasi waktu matahari terbenam menjadi lebih lambat, yang akan terjadi di Indonesia pada akhir bulan januari 2022. Menurut catatan tidak semua wilayah, hanya sebagian saja, seperti Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini