Share

Alquran dan Sains, Penjelasan Bentuk Awan Bisa Menyerupai Gelombang Tsunami

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 27 56 2539004 alquran-dan-sains-penjelasan-bentuk-awan-bisa-menyerupai-gelombang-tsunami-AbfTVaEPVM.jpg Bentuk awan bisa menyerupai tsunami (Foto: Steemit)

JAKARTA - Fenomena awan di langit yang bentuknya bisa menyerupai gelombang tsunami telah termuat di Alquran, dalam sudut pandang sains sendiri hal ini juga dapat dijelaskan.

Dirangkum dari Buku Pintar Sains dalam Alquran, Dr Nadiah Thayyarah, keberadaan awan bergumpalan tertulis di dalam ayat-ayat Alquran.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira." (QS Ar Rum: 48).

Ayat ini menjelaskan, anginlah yang membentuk awan berikut semua jenisnya, seperti awan stratus. Bentuknya memanjang dan berlapis-lapis layaknya gelombang tsunami.

Para ilmuwan mengatakan, awan stratus tidak dapat menghasilkan kilat, guntur, dan butiran-butiran es, tetapi hanya menurunkan hujan. Namun, turunnya hujan melalui awan stratus tidak terjadi di setiap kondisi, hanya di kondisi tertentu.

Hujan tidak akan turun kecuali jika 4 lapisan awan berkumpul menjadi satu. Andai cuma 3 lapisan yang berkumpul, hujan tetap akan terbentuk, tetapi tidak akan jatuh ke bumi karena sudah menguap di udara. Sebab, ketebalan butiran-butiran air hanya sedikit.

Adapun ketika 2 lapisan awan berkumpul, hujan tidak akan terbentuk. Pada titik inilah ungkapan kisafan yang dikatakan oleh ayat di atas menemukan kebenarannya.

Terbentuknya awan menjadi hujan, butiran salju dan kilat pun tertulis di dalam Alquran. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS An Nur: 43).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini