Share

Deretan Produk Teknologi yang Sempat Populer, Namun Gagal di Pasaran

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Sabtu 29 Januari 2022 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 29 57 2539733 deretan-produk-teknologi-yang-sempat-populer-namun-gagal-di-pasaran-zyPCHCF1TO.jpg Produk teknologi yang sempat poluler dan gagal di pasaran (Foto: WizCase)

JAKARTA - Perusahan-perusahaan terus berinovasi untuk membuat teknologi-teknologi baru, masyarakat zaman sekarang pun semakin dekat dengan inovasi-inovasi yang dihadirkan. 

Dirangkum dari berbagai sumber, begitu banyaknya teknologi baru yang bermunculan, namun bukan berarti semua masyarakat secara otomotis menyukainya.

Diketahui, ada juga deretan teknnologi yang akhirnya harus gagal di pasaran. Berikut produk teknologi yang sempat populer di masanya, namun gagal di pasaran.

Windows Phone

Microsoft pernah mencoba peruntungan dengan menciptakan smartphone yang diberi nama Windows Phone. Namun, sayangnya ponsel pintarnya justru harus gagal di pasaran.

Penjualan OS Widnows sendiri sangatlah kecil jika dibandingkan dengan penjualan pada iPhone dan Android.

Banyak konsumen yang lebih memilih Android dan iPhone, inilah yang bikin Windows Phone gagal di pasaran.

HD DVD

Ada masa di mana DVD sangat popular di kalangan masyarakat, terutama di Indonesia. Tetapi, nyatanya ada versi yang jauh lebih tinggi, yakin HD DVD.

Sayangnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari hal tersebut, karena konsumen menganggap bahwa kedua hal tersebut sama saja.

Alhasil, HD DVD pun tidak terlalu sukses di pasaran. Bahkan keberadaan HD DVD dilupakan di tengah masyarakat.

Samsung Galaxy Note 7

Dipicu dengan banyaknya kasus meledak pada smartphone Samsung Galaxy Note 7, membuat produk ini akhirnya gagal di pasaran.

Bahkan, kejadian tersebut telah terjadi di mana-mana dan membuktikan bahwa produk Samsung yang satu ini telah gagal.

Clippy

Fitur Clippy ini berada pada Microsoft Office sebelum 2007. Clippy adalah sebuah klip kertas yang berukuran cukup besar, terkadang menanyakan sesuatu yang tidak perlu untuk ditanyakan.

Keberadaan animasi ini, dianggap mengganggu konsentrasi para pengguna Microsoft, namun disukai oleh anak-anak. Fitur ini pun akhirnya hilang begitu saja dan gagal di pasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini