Share

7 Tips Bantu Anak Adaptasi dengan Gadget dan Internet Supaya Tak Kecanduan

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Senin 31 Januari 2022 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 57 2540329 7-tips-bantu-anak-adaptasi-dengan-gadget-dan-internet-supaya-tak-kecanduan-ZB0l7NZC7z.jpg Tips bantu anak adaptasi dengan gadget supaya tak kecanduan (Foto: Steemit)

JAKARTA - Era digital sekarang ini, tidak bisa sepenuhnya anak-anak dijauhkan dari gadget dan internet. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui sejumlah tips untuk membantu anak beradaptasi supaya tidak kecanduan.

Dilansir dari keterangan resmi Kaspersky, Senin (31/1/2022), berikut 7 tips yang akan membantu anak beradaptasi dengan gadget dan internet.

1. Jadwalkan waktu tanpa perangkat

Ketika anak-anak menghabiskan banyak waktu menggunakan teknologi, mereka dapat memiliki rasa kecanduan.

Menurut peneliti dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, kecanduan ini dapat menyebabkan masalah tidur, perubahan suasana hati, penambahan berat badan, hingga citra diri yang buruk.

Para ahli menyarankan, supaya memperkenalkan anak-anak ke dunia online secara bertahap. Tips ini, berlaku untuk anak-anak dari segala usia.

Tips paling sederhana dan paling efektif, termasuk tidak menggunakan perangkat yang medekati waktu tidur dan matikan perangkat saat malam.

Orang tua juga harus menyepakati waktu lain ketika anak-anak tidak diperbolehkan menggunakan gadget mereka, seperti saat makan bersama keluarga.

2. Simpan charger

Meskipun teknologi maju, perangkat saat ini masih akan kehabisan daya. Biasanya, anak-anak cenderung terlalu sering menggunakan perangkat mereka di siang hari sehingga pada saat malam, baterai ponsel mungkin sudah habis.

Follow Berita Okezone di Google News

3. Perhatikan keamanan informasi dan lainnya

Ketika anak-anak menjelajah dunia maya, mereka rentan terhadap sejumlah bahaya, baik di internet maupun di dunia nyata.

Mulailah dengan menekankan bahwa mereka tidak boleh menatap ponsel keika menyeberang jalan, atau sedang berjalan naik dan turun tangga.

Kemudian, ajari anak tentang keamanan online, termasuk ancaman internet seperti penipuan, pencurian data pribadi, virus, dan masih banyak lagi.

Beri tahu anak-anak untuk tidak mengunjungi situs web yang mencurigakan, memasukkan kata sandi atau informasi pribadi apapun di sana, membuka tautan yang mencurigakan, atau mengunduh aplikasi dari mana pun kecuali dari toko aplikasi resmi.

Tekankan pada anak, mereka tidak boleh membagikan dokumen pribadi, informasi kartu kredit, atau foto yang dapat menempatkan mereka atau teman mereka dalam keadaan yang membahayakan.

4. Batasi notifikasi berlebihan

Jangankan anak-anak, orang dewasa pun terkadang kesulitan melawan godaan untuk memeriksa pesan atau notifikasi yang masuk ke ponsel. Jadi, bisa dibayangkan betapa sulitnya hal tersebut bagi anak-anak.

Batasi notifikasi di ponsel anak-anak sehingga mereka tidak teralihkan dari tugas sekolah atau tugas lainnya, dan agar mereka dapat menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat.

5. Jelaskan bagaimana harus berperilaku di internet

Sama seperti di dunia nyata, ada aturan tidak tertulis mengatur perilaku Internet. Orang dewasa biasanya menguasainya hanya dengan berkomunikasi secara online, tetapi anak-anak membutuhkan bantuan untuk menghindari situasi yang membingungkan.

Sebagai orang tua, perlu mendiskusikan beberapa hal yang mungkin mereka hadapi secara online. Misalnya, diskusikan perbedaan antara berkomunikasi melalui email, di jejaring sosial, dan di aplikasi perpesanan.

Penting juga untuk menjelaskan perilaku yang dapat diterima. Satu aturan praktis adalah bertanya sebelum memposting, demi mencegah anak-anak menggunggah sesuatu yang tidak semestinya, atau perkataan yang tidak patut diposting.

6. Menata dan mengelola informasi dengan baik

Anak- anak harus belajar mengelola informasi sejak usia dini. Terlebih lagi, mereka harus membiasakan membuat salinan cadangan informasi yang paling penting.

Sebagai contoh, memaksimalkan drive eksternal, flash drive, hard drive, atau penyimpanan cloud. Bicara soal cloud, ini adalah topik penting yang layak didiskusikan secara terpisah.

Cloud adalah sumber daya yang hebat, tetapi anak-anak harus berhati-hati dengannya. Terutama, mereka perlu berhati-hati untuk tidak mengizinkan sembarang orang mengakses file penting.

7. Jadwalkan detoks digital reguler

Dengan teknologi digital yang hadir ke hampir setiap aspek kehidupan anak-anak, bukan tidak mungkin mereka akan mendapat informasi yang berlebihan.

Artinya, anak-anak harus dapat menjauh dan menjadikan Internet sebagai bagian yang bukan prioritas dari kehidupan mereka.

Pertama dan terpenting, batasi penggunaan jejaring sosial, mereka cenderung menghabiskan waktu dan energi terbesar pada platform tersebut.

Cara yang lebih efektif, meskipun juga lebih rumit, untuk memerangi kelebihan informasi adalah detoks digital. Simpan perangkat dan tidak menggunakannya dalam jangka waktu tertentu.

Untuk hasil terbaik, lakukan ini secara rutin. Orang tua dapat menggabungkan detoks dengan wisata alam, olah raga, atau aktivitas bersama dengan teman dan tidak ada perangkat yang diizinkan.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini