Share

Terjadi Juli 2022, Fenomena Aphelion Bikin Suhu Indonesia Lebih Dingin? Ini Penjelasan BMKG

Antara, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 56 2545117 terjadi-juli-2022-fenomena-aphelion-bikin-suhu-indonesia-lebih-dingin-ini-penjelasan-bmkg-m4BlR7AQ4X.jpg Penjelasan BMKG terkait informasi fenomena Aphelion bikin suhu dingin (Foto: WorldAtslas)

JAKARTA - Fenomena Aphelion berdasarkan informasi yang beredar diklaim bikin suhu di Indonesia jadi lebih dingin, bernarkah demikian? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan.

Dilansir dari keterangan resminya, BMKG membantah penyebab cuaca dingin di beberapa wilayah di Indonesia pada awal 2022 karena fenomena Aphelion.

Diketahui, fenomena Aphelion merupakan peristiwa astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran Juli, di mana posisi Matahari berada pada titik jarak terjauh dari Bumi.

"Aphelion tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu di Bumi. Hal itu termasuk pada periode Bumi letaknya lebih dekat dengan Matahari (Perihelion)," kata Pelaksana Tugas Deputi Klimatologi BMKG Urip Haryoko.

Urip menjelaskan, periode fenomena ini puncaknya terjadi pada Juli mendatang, sedangkan Perihelion adalah Januari kemarin.

Ketika Aphelion berlangsung, lanjutnya, posisi Matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari Bumi, namun kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan.

"Dengan begitu, cuaca dingin bukan karena Aphelion, tetapi karena faktor-faktor lain di luar sebab Bumi berada di jarak terjauh dari Matahari," ujar dia.

Pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim hujan dengan masa puncak terjadi pada Februari 2022.

Hal ini, menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia. Padahal, faktanya penurunan suhu di masa pergantian tahun banyak disebabkan faktor di luar itu.

Penjelasan tersebut membantah pesan "broadcast" di media sosial bahwa cuaca dingin di Indonesia belakangan ini terjadi karena jarak Bumi dan Matahari dalam titik terjauh saat periode revolusi atau Aphelion.

Hoaks tersebut, menjelaskan saat berada di titik Aphelion, cuaca di Bumi akan cenderung lebih dingin dibandingkan dengan periode lainnya, tetapi nyatanya tidak demikian. (amj)

Follow Berita Okezone di Google News

(amr)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini