Share

Riwayat Hoaks Fenomena Aphelion, dari 2018 hingga 2022

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 56 2545193 riwayat-hoaks-fenomena-aphelion-dari-2018-hingga-2022-ajolsMxcpB.jpg Riwayat hoaks fenomena Aphelion, dari 2018 hingga 2022 (Foto: Time Bulletin)

JAKARTA - Fenomena Aphelion ternyata punya riwayat hoaks yang cukup panjang, informasi palsu peristiwa astronomi ini pernah tersebar luas sejak 2018 dan berlangsung hingga 2022.

Pantauan Okezone, pada 2018 beredar hoaks terkait fenomena Aphelion yang mengklaim menjadikan suhu udara di Indonesia akan mengalami penurunan drastis.

Dalam keterangan persnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menerangkan, informasi tersebut tersebar sangat cepat dan cukup meresahkan masyarakat.

"Sebenarnya fenomena aphelion ini adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran Juli. Sementara itu, pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau. Hal ini, menyebabkan seolah Aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia," tulis BMKG dalam keterangannya, Jumat (6/7/2018).

Pada 2021, hoaks fenomena Aphelion kembali terjadi di mana menyebutkan memengaruhi suhu yang lebih dingin di Toraja, Sulawesi Selatan, terutama pada malam hari hingga dini hari. BMKG pun membatah hal tersebut.

"Aphelion tidak berpengaruh terhadap suhu dingin di Toraja. Suhu dingin yang terjadi merupakan fenomena yang normal karena topografi yang berada di dataran tinggi," tegas BMKG pada Jumat (23/7/2021).

Di 2022, hoaks mengenai fenomena Aphelion nampaknya belum juga berhenti, disebutkan akan terjadi pada Agustus mendatang, atau berlangsung lebih cepat pada 8 Februari kemarin. Sekaligus, dibumbui dengan narasi lama yang bikin suhu Bumi jadi lebih dingin dari biasanya.

Menurut keterangan resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena Aphelion di tahun ini justru akan terjadi pada 4 Juli nanti, bukan pada Agustus atau Februari ini.

"Bumi mencapai jarak terjauhnya dari Matahari pada 4 Juli 2022 dengan jarak 152.098.455 Km. Sejak 1800, terjadinya fenomena Aphelion dalam 200 tahun terakhir selalu berlangsung pada Juli," tulis LAPAN.

Mereka menegaskan, Aphelion juga tidak terjadi dalam waktu yang cukup lama, melainkan pada tanggal-tanggal tertentu saja.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini