Share

Beat the Best Gelar Turnamen Game Mobile Legends Profesional

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 19 Februari 2022 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 19 326 2549844 beat-the-best-gelar-turnamen-game-mobile-legends-profesional-epIqXVyDJH.jpeg Beat the Best kembali gelar turnamen mobile legends kembali (foto: istimewa)

JAKARTA - Mobile Legends menjadi salah satu mobile game yang jadi perhatian banyak orang. Tercatat per Agustus 2021, jumlah pemain aktif bulanan Mobile Legends di Indonesia mencapai 34 juta. Mengingat jumlah keseluruhannya adalah 90 juta, artinya sepertiga sebaran pemain Mobile Legends di seluruh dunia berasal dari Tanah Air.

Sayangnya, tidak semua pemain Mobile Legends punya kesempatan untuk menjadi pro players dan bersaing di ranah kompetitif.

Sejalan dengan semangat blu #MakeYourMove atau ‘Mulai Langkahmu’, mendukung industri esports tanah air lewat turnamen online Beat the Best. Beat the Best by blu adalah turnamen online yang dibuat khusus untuk para pejuang solo ranked Mobile Legends. Turnamen ini diselenggarakan sekaligus untuk memberikan wadah kepada para pemain pemula Mobile Legends untuk menunjukkan bakat dan menjajal skena kompetitif.

Ajang ini merupakan pencarian bakat talenta terbaik Mobile Legends yang memiliki niat untuk terjun ke ranah profesional. Bukan tidak mungkin dari Beat the Best by blu, ada banyak pro players Indonesia yang kelak bisa bersaing di tanah air atau skala internasional.

“Karena blu dan BCA Digital hadir untuk para digital savvy dan anak-anak muda Indonesia, jadi kami paham betul kalau potensi mereka dari segi apapun itu luar biasa besar, termasuk urusan mobile gaming dan e-sport seperti ini. blu yang mempunyai misi sebagai enablers buat para anak muda Indonesia menghadirkan Beat the Best sebagai wadah untuk menempa talenta baru khususnya para pemain mobile legends. Mereka yang mungkin biasanya ngepush sendirian, bisa mendapat pengalaman untuk bekerjasama dalam tim dan benar-benar mendapatkan pengalaman di skena turnamen,” jelas Duardi Prihandiko, Head of Marketing & Communication BCA Digital.

Senada dengan Duardi, Rangga Danu Prasetyo selaku Direktur Utama Kincir mengungkapkan bahwa antusiasme esports di Indonesia perlu banyak mendapatkan perhatian. Tak hanya memberikan kesempatan bagi mereka yang passionate, mini tournament serta coaching clinic juga bisa membentuk para peserta agar lebih siap bertanding di skena kompetitif.

“Peminat esports di Indonesia itu luar biasa banyaknya. Pemerintah juga sudah aktif dalam membangun Industri game Indonesia. Sekarang, yang jadi tugas kita adalah mencari dan memberikan edukasi talentanya. Melalui coaching clinic, Mini Tournament, sampai Main Event, para peserta dipersiapkan untuk menjadi atlet-atlet terbaik yang kelak mengharumkan Indonesia bahkan hingga turnamen level dunia,” ungkap Rangga Danu.

Para peserta Beat the Best by blu telah membuktikan keseriusan mereka dalam membangun karier sebagai pro player. Coach Jonathan Liandi juga melihat bahwa banyak bibit pemain pro dari para peserta Beat the Best by blu. Selain skill, para peserta juga dilatih secara mental lewat Mini Tournament dan Coaching Clinic.

“Kalau saya lihat, sih, pemain publik peserta Beat the Best dan pro player ini perbedaannya tipis. Kalau berbicara soal skill banyak kejadian pro player kalah dari publik ketika main ranked. Serunya karena para peserta diadu lewat Mini Tournament, dan Main Event, jadi teman-teman juga merasakan greget kompetitifnya. Semoga jadi belajar banyak dan bisa jadi bekal untuk karir kedepannya,” ungkap Jonathan.

Tiga Rangkaian Selama Event

Ada tiga rangkaian acara selama event berlangsung (November 2021 hingga Februari 2022); Mythical Master, Master Class Coaching Clinic dan Master Class Mini Tournament, serta puncaknya, Main Event Beat the Best. Tiga rangkaian ini merupakan gambaran journey from zero to hero daripada peserta yang terlibat.

Di Mythical Master, para pejuang solo ranked bertanding dengan menggunakan format liga. Setiap kemenangan akan mendapat poin di Leaderboard Mythical Master.

Kemudian mereka juga mendapatkan pelatihan di Master Class Coaching Clinic oleh Emperor, Eri, Bkent, dan Marsha. Keempatnya dipilih karena kualitas dan pengalaman mereka dalam skena turnamen. Dalam Master Class Mini Tournament, para peserta dibagi menjadi 17 tim yang dibagi menjadi dua grup.

Di Grup 1 ada Apok-Apok, Party Sabun, LION, Blue Nine Team, 3 Esports, Servant of God, Ghoul of Fury, Toxin, dan Cursed Esports. Kemudian di Grup 2 ada Alena Team, Hastalavista Team, United Warriors Team, Cavaleiro Team, IMMORTAL Monarch, Never Lose, Mount Team, dan terakhir yaitu HublaPower Team.

Pemenang Grup 1 adalah Toxin, sedangkan pemenang Grup 2 adalah Cavaleiro Team. Kemenangan ini tentu menambah poin Leaderboard Mythical Master dengan cukup signifikan. Dua puluh peserta dengan poin Leaderboard tertinggi akan dibagi menjadi dua tim yang saling adu pada Main Event Beat the Best by blu, 5-6 Februari 2022. Pemenangnya, akan melawan Tim UTTA dan para coach Beat the Best.

“Bagi yang belum kenal Utta, dia adalah salah satu dari tiga virtual influencer blu yang merupakan sosok representatif anak-anak muda Indonesia. Nah, si Utta ini jago banget main Mobile Legends. Untuk para peserta Beat the Best, kayanya Utta bakal jadi saingan berat kalian. Soalnya, the best team akan berhadapan langsung dengan tim Utta yang juga diperkuat oleh 4 coach Beat the Best,” ungkap Duardi.

Nantinya, para finalis juga akan berkesempatan untuk mengikuti sesi coaching dan incubation untuk disiapkan agar memenuhi kualifikasi sebagai pro-player. “Jadi betul, blu by BCA Digital sangat mendukung dan memastikan agar tim terbaik benar-benar menjadi sebuah tim esports profesional Indonesia,” tuturmya.

Jadi, siapakah yang akan jadi tim terbaik? Apakah tim ini juga bisa mengalahkan tim UTTA? Tunggu saja permainan apik mereka di Main Event Beat the Best by blu, 20 Desember 2022 nanti. “Be the best to beat the best!.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini