Share

Pentingnya Pemanfaatan Data Center untuk Optimalisasi Kinerja Karyawan saat WFH

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 21 Februari 2022 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 21 54 2550616 pentingnya-pemanfaatan-data-center-untuk-optimalisasi-kinerja-karyawan-saat-wfh-Xb3Rf3ML9J.jpg Pemanfaatan data center untuk optimalkan kinerja karyawan WFH (foto: istimewa)

JAKARTA - Sejak awal pandemi, ada delapan sektor industri yang menjadi sorotan, yaitu e-commerce, makanan, pengiriman, komunikasi online, media dan konten online, keuangan, layanan dan teknologi kesehatan, dan teknologi pendidikan.

Banyak bisnis yang kemudian berkembang berkat penemuan produk atau layanan baru dan bertahan karena mampu menghadapi perubahan. Namun, satu hal yang pasti, bisnis apapun di masa sekarang dapat tetap relevan karena mengandalkan infrastruktur digital, termasuk data center.

Bogi Witjaksono, Direktur Wholesale dan International Services Telkom mengatakan, pada skema Work From Home (WFH) yang merupakan bagian dari konsep telecommuting (bekerja jarak jauh) menjadi rutinitas baru, data center on-premise dapat menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis.

 BACA JUGA: Indonesia Potensial Jadi Pusat Data Center Asia setelah Singapura dan Hongkong

“Itulah sebabnya, untuk dapat memfasilitasi implementasi WFH, banyak bisnis yang akhirnya memilih data center colocation daripada opsi yang konvensional,” ujar Bogi Witjaksono.

Bogi mengungkapkan jika Service Data center colocation, seperti yang disediakan pada neuCentrIX membuat pekerjaan jarak jauh menjadi lebih mudah dan memungkinkan perusahaan untuk mendapat layanan terbaik serta mengurangi biaya dibanding dengan mengelola data center sendiri.

Ketersediaan data yang reliable adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan dalam menciptakan tempat kerja virtual yang andal.

BACA JUGA: Indonesia Punya Peluang Besar Maksimalkan Data Center 

Jika karyawan jarak jauh tidak dapat mengakses data dan aplikasi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka, akan ada banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk duduk dan menunggu. Karena karyawan tersebar secara geografis dan hanya terhubung secara virtual, kehilangan akses ke jaringan bisa menghentikan produktivitas,” ujarnya.

Diungkapkannya, ada dua efisiensi yang didapatkan dari penggunaan layanan colocation, yakni efisiensi finansial dan operasional. Data Center yang menawarkan layanan colocation seperti NeuCentrIX Telkom dapat memastikan efisiensi finansial dan operasional dalam bisnis.

Dengan layanan colocation, tidak perlu memiliki fasilitas di lokasi sendiri untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pusat data; neuCentrIX akan memberi kita ruang, peralatan, daya, pendinginan, keamanan, dan konektivitas yang diperlukan untuk operasi bisnis.

Secara finansial, colocation menguntungkan dalam dua cara, mengurangi pengeluaran modal dengan menghilangkan investasi infrastruktur awal untuk membangun pusat data di lokasi dan memotong biaya untuk akuisisi karyawan departemen TI.

“Kita juga dapat mengurangi pengeluaran operasional dengan berbagi biaya ruang dan daya dengan pengguna NeuCentrIX lainnya. Selain itu, neuCentrIX juga mengimplementasikan sistem harga bayar sesuai penggunaan yang memungkinkan kita hanya membelanjakan uang untuk layanan yang digunakan. Tidak ada yang lain,” katanya.

Salah satu masalah yang paling umum namun paling mahal saat ini adalah downtime. Menurut Gartner, biaya rata-rata downtime bisa mencapai USD 5.600 per menit. Downtime membuat bisnis tidak dapat memberikan layanan secara maksimal kepada pelanggan dan juga tidak dapat berfungsi dengan baik secara internal. Hal ini tentu menyebabkan hilangnya pendapatan, reputasi, pelanggan, dan produktivitas.

“Untuk memitigasi downtime, neucentrix menerapkan komponen berlapis yang telah diperkuat, termasuk bandwidth, konektivitas, sumber daya, dan sistem pendingin, yang memastikan lebih dari 99% uptime dan ketersediaan yang lebih baik. NeuCentrIX Telkom Indonesia, misalnya, mengandalkan 14 fasilitas data center yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, jika satu data center down atau tidak dapat diakses, fasilitas di lokasi lain dapat menjadi recovery data center,” jelas Bogi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini