Share

Apa yang Terjadi pada Otak Manusia Jelang Kematian?

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 23 Februari 2022 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 23 56 2551902 apa-yang-terjadi-pada-otak-manusia-jelang-kematian-eCc3nRmkpM.jpg Apa yang terjadi pada otak manusia jelang kematian? (Foto: iStock)

JAKARTA - Apa yang terjadi pada otak manusia saat menjelang kematian menjadi misteri besar. Namun, baru-baru ini peradaban mulai menemukan titik terang.

Para ilmuan secara tidak sengaja berhasil mengungkap aktivitas otak menjelang kematian. Momen yang ditakuti sebagian besar orang itu terekam oleh alat electroencephalogram (EEG).

Dilansir dari The Sun, Rabu (23/2/2022), aktivitas otak pada saat-saat akhir hidup manusia menakjubkan. Otak akan mengenang kembali momen terbaik yang pernah dilalui.

Dalam 30 detik menjelang denyut jantung berhenti, di area tertentu pada otak terjadi peningkatan aktivitas, ditandai dengan adanya gelombang gamma oscillations. Gelombang ini berkaitan dengan hal-hal seperti pengambilan memori, meditasi, dan mimpi.

Meskipun harus diteliti lebih lanjut, kemungkinan aktivitas yang terjadi pada otak ini berhubungan dengan bagaimana otak mengingat kembali masa-masa terindah dalam hidup.

Atau mungkin juga otak memasuki keadaan damai seperti mimpi yang memiliki respons di otak kita yang mirip dengan meditasi, mengingat otak masih dapat bekerja keras menjelang ajal.

"Melalui gelombang yang terlibat dalam pengambilan memori, otak mungkin memainkan ingatan terakhir dari peristiwa kehidupan penting sebelum kita mati, mirip dengan pengalaman orang-orang yang pernah mendekati kematian," kata Ajmal Zemmar, ahli bedah saraf dari University of LouisvilleZemmar.

"Temuan ini jadi tantangan untuk memahami kapan persisnya kehidupan berakhir dan memunculkan pertanyaan penting seperti hal-hal terkait waktu yang tepat untuk mendonasikan organ," tambahnya.

Misteri apa yang terjadi pada otak ketika menjelang ajal ini, terkuak dari seorang pasien epilepsi. Saat itu, sang almarhum yang berusia 87 tahun tersebut mengalami serangan jantung.

"Sesuatu yang dapat kita pelajari dari temuan ini, meskipun orang yang kita cintai memejamkan mata dan siap meninggalkan kita untuk beristirahat, otak mereka mungkin memutar ulang beberapa momen terbaik yang mereka alami dalam hidup mereka," pungkas Zemmar.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini