Share

Misteri Isi Lubang Hitam Diungkap Astromon untuk Pertama Kalinya

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 56 2552993 misteri-isi-lubang-hitam-diungkap-astromon-untuk-pertama-kalinya-q6t1pjjlJs.jpeg Misteri isi lubang hitam diungkap astronom untuk pertama kalinya (Foto: Adobe Stock)

JAKARTA - Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PRX Quantum mengatakan, isi lubang hitam (black hole) seperti hologram. Bahkan, seluruh alam semesta dianggap demikian.

Dilansir dari BGR, Jumat (25/2/2022), gagasan studi ini dimaksudkan untuk melihat lebih dalam apa yang ada di dalam lubang hitam. Ini juga merupakan upaya untuk lebih memahami gagasan dualitas holografik.

Dualitas holografik merupakan dugaan matematis yang mencoba menghubungkan teori partikel dan interaksinya dengan teori gravitasi. Ini adalah ide yang menarik, meskipun kedengarannya rumit.

Pada dasarnya, dualitas holografik berpendapat bahwa teori gravitasi dan teori partikel serupa secara matematis. Jadi, apa yang terjadi secara matematis dalam teori gravitasi juga terjadi dalam teori partikel.

Sebagian besar, kedua teori ini menggambarkan dimensi yang berbeda. Namun, gravitasi menggambarkan tiga dimensi, sedangkan teori partikel hanya terdiri dari dua dimensi.

Seorang ilmuwan di University of Michigan, Enrico Rinaldi, berfokus pada dua teori ini dalam studi barunya. Ia beharap, ketika menyelidiki ide ini dapat membantu mereka memahami apa yang ada di dalam lubang hitam.

“Dalam teori Relativitas Umum Einstein, tidak ada itu partikel, yang ada hanya ruang-waktu. Dan dalam Model Standar fisika partikel, tidak ada itu gravitasi, yang ada hanya partikel,” kata Rinaldi.

“Menghubungkan dua teori yang berbeda adalah masalah lama dalam fisika, sesuatu yang telah dicoba dilakukan orang sejak abad terakhir," tambah dia.

Lewat metode menghubungkan kedua teori ini, dan menggunakan model matriks kuantum, Rinaldi dan anggota penelitian lainnya dapat menyelidiki dualitas holografik.

Idenya adalah untuk menggabungkan apa yang kita ketahui tentang teori partikel dan apa yang kita ketahui tentang teori gravitasi. Tahap awalnya, mereka menggunakan model matriks sederhana yang terdiri dari blok angka.

Metode itu, merupakan kerangka kerja standar yang digunakan dalam komputer kuantum di mana teori partikel diwakili oleh string satu dimensi.

Biasanya, penerapan metode tersebut membantu peneliti menemukan keadaan dasar, yang menurut Rinaldi penting karena memungkinkan orang lain membuat sesuatu.

Dengan menggunakan model yang mereka lakukan, para peneliti dapat menggambarkan seperti apa gravitasi di dalam lubang hitam.

Apakah alam semesta benar-benar sebuah hologram? Iya dan tidak. Ketika seseorang membayangkan hologram, mungkin memikirkan komunikator holografik dari film fiksi ilmiah seperti Star Wars.

Namun, dalam kasus ini, apa yang dimaksud Rinaldi dan rekan penulisnya adalah cara bagian dalam lubang hitam bertemu dengan bagian luarnya.

Sebab, bagian dalam lubang hitam tidak sesuai dengan teori gravitasi, ia direpresentasikan dalam ruang 3D saat ruang-waktu bergerak melewatinya.

Namun, di permukaan, lubang hitam terlihat dua dimensi. Ini memberikan tampilan holografik karena kita tidak melihatnya sebagai objek 3D. Sebab, teori partikel tidak bekerja dalam tiga dimensi.

Oleh karenanya, beberapa orang percaya bahwa bagian alam semesta lainnya dapat bekerja dengan cara yang sama. Namun, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa isi lubang hitam seperti hologram.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini