Share

Gawat, Ada Roket bakal Tabrak Bulan, Berbahaya Bagi Bumi?

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Jum'at 25 Februari 2022 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 56 2553107 gawat-ada-roket-bakal-tabrak-bulan-berbahaya-bagi-bumi-GkJh9uhQ2u.jpg Gawat, ada roket bakal tabrak Bulan, berbahaya bagi Bumi? (Foto: Independent)

JAKARTA - Ada sebuah roket yang dilaporkan bakal menabrak Bulan, namun tidak diketahui milik badan antariksa mana. Timbul pertanyaan, apa tabrakan yang akan terjadi berbahaya bagi Bumi?

Dilansir dari ScienceFocus, Jumat (25/2/2022), mulanya roket tersebut disebut punya perusahaan penerbangan luar angkasa swasta milik Elon Musk, yakni SpaceX.

Kabar yang beredar menyatakan, sebagian besar pendorong roket SpaceX telah meluncur di sekitar Bumi selama tujuh tahun terakhir dan berada di jalur tabrakan langsung dengan Bulan.

Astronom Amerika Bill Gray mengidentifikasinya, roket tersebut sebagai bagian dari Falcon 9 yang diluncurkan dari Florida pada 2015.

Roket kehabisan bahan bakar dan terperangkap di dalam 'orbit yang kacau'. Banyak pakar internet dan pengguna media sosial, tentu saja, marah.

Namun, tidak lama setelah pengumuman Gray, sekelompok mahasiswa yang berbasis di lab Space Domain Awaremess di Universitas Arizona menyampaikan, roket itu adalah Chang'e 5-T1 yang diluncurkan pada tahun 2014 oleh badan antariksa China.

Juru bicara dari Kementerian Luar Begeri China merespons, roket ini tidak mungkin Chang'e 5-T1, sebab dikatakan telah memasuki atmosfer Bumi dan terbakar.

Kapan Roket Menabrak Bulan? Berbahaya bagi Bumi?

Terlepas dari mana asalnya roket misterius tersebut, sebuah perhitungan menunjukkan bahwa roket itu akan menabrak permukaan Bulan pada 4 Maret 2022 nanti.

Menurut Direktur di Centre for Space Doain Awareness, University of Warwick, Prof Don Pollacco, insiden ini bukan hal yang harus dikhawatirkan.

"Ini bukan masalah besar, Bulan sebenarnya telah menjadi tempat pembuangan yang berguna untuk pesawat ruang angkasa seperti Apollo. Alih-alih membiarkan mereka melayang, sebagian besar diarahkan menabrak Bulan (sebagai akhir perjalanan)," kata Pallacco.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini