Share

6 Fakta Ilmiah yang Termuat di Alquran, Apa Saja?

Ahmad Haidir, Jurnalis · Senin 28 Februari 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 28 56 2554277 6-fakta-ilmiah-yang-termuat-di-alquran-apa-saja-4IUVPA6W45.jpg 6 fakta ilmiah yang termuat di Alquran, apa saja? (Foto: Gotest)

JAKARTAAlquran bukan cuma menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW, melainkan sebagai panduan kehidupan bagi umat muslim dan tidak hanya dalam hal agama, tetapi juga sains.

Dirangkum dari YouTube Data Fakta, Senin (28/2/2022), meskipun telah diturunkan ribuan tahun lalu, Alquran ternyata menjelaskan banyak fenomena ilmiah.

Hal itu, terbukti ketika sejumlah teori ilmiah ditemukan lantas dicocokkan dengan sejumlah ayat Alquran, ternyata keduanya memiliki kesesuaian di mana tidak hanya satu atau dua penemuan saja, namun banyak sekali.

Berikut rangkuman enam fakta ilmiah terkait kehidupan yang telah dijelaskan dalam Alquran.

1. Asal Kehidupan

Jauh sebelum para filsuf kuno menyebutkan bahwa air adalah asal kehidupan dan para peneliti sains menemukan fakta bahwa 70% sel tubuh makhluk hidup tersusun dari air, Al-Qur’an telah lebih dulu menjelaskan betapa air adalah salah satu awal mula kehidupan. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam Surat Al Anbiya ayat 30:

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Artinya: Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”

2. Besi Diturunkan dari Langit

Perlu waktu bertahun-tahun bagi para ilmuwan untuk meyakini bahwa besi bukanlah berasal dari perut atau bagian dalam bumi. Penelitian modern yang dilakukan oleh Dr Frosch sebagai ilmuwan dari NASA (Lembaga Astronomi Amerika Serikat) akhirnya mengungkap lewat uji laboratorium bahwa bumi tidak memproduksi besi.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa besi kemungkinan diturunkan dari langit. Dan hal itu juga sesuai dengan penjelasan dalam Al-Qur’an Surat Al Hadid ayat 25 berikut ini:

وَاَنْزَلْنَا الْحَدِيْدَ فِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِ

Artinya: Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia.

Penjelasan ilmiah dari ayat itu adalah fenomena Supernova atau ledakan bintang yang jatuh ke bumi dan menjadi sebuah logam keras dan kuat.

3. Langit Sebagai Pelindung Bumi

Sebagian besar manusia tentu sudah memahami betapa pentingnya keberadaan langit bagi bumi, mulai dari menjaga suhu dan temperatur hingga menjadi ‘pertahanan’ bumi dari benda asing yang ada di luar angkasa apabila masuk ke bumi.

Secara jelas dan gamblang Allah SWT pun telah menjelaskan hal itu lewat firman NYA dalam QS Al Anbiya ayat 32 berikut:

وَجَعَلْنَا السَّمَاۤءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًاۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ

Artinya: Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).

4. Keberadaan Pegunungan sebagai Pasak Bumi

Pegunungan yang ada di bumi tidak hanya membuat panorama dari planet tempat kita tercinta ini menjadi indah, namun gunung juga menjadi semacam pasak bumi yang membuat tanah tempat tinggal manusia ini seimbang.

Sains telah menjelaskan hal itu dimana Profesor Emeritus Frank Press mengemukakan teori dalam buku berjudul ‘Earth’ bahwa gunung-gunung mempunyai akar di bawah mereka yang tertancap kuat di dalam bumi sehingga pegunungan menjadi semacam pasak bumi. Penemuan itu pun sejalan dengan Al Qur’an surat An Naba ayat 6-7 berikut:

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ وَّالْجِبَالَ اَوْتَاد

Artinya: Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?

5. Orbit Matahari

Dahulu sains meyakini bahwa matahari tidak berputar dan planet-planet yang ada disekitarnya, termasuk bumi, adalah yang berputar mengelilinginya.

Fakta itu dikemukakan oleh Nicholas Copernicus dan terus bertahan hingga akhirnya ilmuwan modern mengungkap temuan terbaru bahwa matahari juga ternyata bergerak memutar sebagaimana planet lainnya.

Dan lagi-lagi, jauh sebelum ilmuwan menemukannya, Al-Qur’an telah lebih dulu menjelaskannya dalam surat Al Anbiya Ayat 33 yang menjelaskan secara gamblang berikut ini:

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ

Artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

6. Rasa Sakit Tergantung Pada Kulit

Seluruh manusia tentu mengenal apa itu rasa sakit, namun penjelasan ilmiah terhadap adanya rasa sakit itu baru diketahui beberapa waktu belakangan ini dimana ternyata rasa sakit itu sendiri berasal dari kulit dan bukan dari otak.

Sains menjelaskan bahwa kulit kita memiliki syaraf khusus sebagai reseptor rasa sakit. Penemuan itu juga sejalan dengan Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 56 berikut:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

Artinya: Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab.

Ayat tersebut dapat dipahami bahwa kulit lah yang menyebabkan adanya rasa sakit itu sendiri dengan perumpamaan mekanisme azab yang dilakukan oleh-Nya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini