Share

Terungkap Teknologi Senjata Termobarik Rusia, Bom Vakum Mematikan Terkuat di Dunia

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 01 Maret 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 01 56 2554609 terungkap-teknologi-senjata-termobarik-rusia-bom-vakum-mematikan-terkuat-di-dunia-yfyg45nHDO.jpg Terungkap teknologi senjata termobarik Rusia, bom vakum mematikan terkuat di dunia (Foto: The Drive)

JAKARTA - Termobarik atau populer dengan istilah bom vakum telah menjadi andalan tentara Rusia. Senjata ini, dinilai mematikan dan merupakan yang terkuat sedunia.

Dirangkum dari berbagai sumber, sebagai senjata non-nuklir, Termobarik atau bom vakum disebut punya kemampuan dan efektivitas yang sebanding dengan senjata nuklir.

Amerika Serikat juga memilki persentajaan serupa, ujicobanya selesai pada 2003 silam. Mereka menjuluki bom vakum-nya dengan istilah "Ibu dari Semua Bom."

Lalu, Rusia tidak mau kalah. Negeri Beruang Merah ini menamakan teknologi senjata termobarik-nya dengan sebuata "Bapak dari Semua Bom."

Meski begitu, Rusia mengklaim bom vakum kepunyaannya lebih unggul dari Amerika, ledakannya dikatakan empat kali lebih kuat dan suhu yang dihasilkan di pusat ledakan dua kali lebih tinggi.

Diketahui, bom ini bisa menyerap oksigen dari udara sekitarya, ledakannya pun sangat kuat, bahkan dalam radius 300 meter dari pusat ledakan bisa mengancurkan bangunan.

Kemudian, bom ini juga menghasilkan gelombang kejut yang bear. Dikatakan dalam radius 2 km mampu menjatuhkan seseorang.

Biasanya, bom ditembakkan dari peluncur roket ganda TOS-1 atau TOS-1A, di mana bisa menembakkan 24 rudal dalam 15 detik. Jangkauannya sendiri mencapai sekitar 3,5 km.

Sebelumnya, Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk AS, Oksana Markarova mengatakan, Rusia telah menggunakan bom vakum dalam invasinya ke Ukraina pada Senin (28/2).

Dubes meminta anggota Kongres AS untuk bantuan lebih lanjut pada Senin (28/2) saat negaranya menghadapi perang dengan Rusia.

"Mereka menggunakan bom vakum hari ini, yang sebenarnya dilarang oleh konvensi Jenewa," kata Duta Besar setelah pertemuan dengan anggota parlemen.

"Kehancuran yang coba ditimbulkan oleh Rusia di Ukraina sangat besar,” lanjutnya.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini