Share

Kim Jung-ju, Pendiri Raksasa Game Nexon Meninggal Dunia

Antara, Jurnalis · Rabu 02 Maret 2022 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 326 2555025 kim-jung-ju-pendiri-raksasa-game-nexon-meninggal-dunia-9fWsFZN5Ft.jpg Kim Jung-ju, pendiri raksasa game Nexon meninggal dunia (Foto: Bloomberg)

JAKARTA - Pendiri perusahaan game raksasa Nexon Co, yakni Kim Jung-ju dikabarkan meninggal dunia dalam usia 54 tahun. NXC Corp, perusahaan induk Nexon, mengatakan Kim meninggal di Amerika Serikat akhir bulan lalu.

"Maafkan kami bahwa kami tidak dapat menjelaskan secara rinci karena semua anggota keluarganya hancur," kata NXC.

"Almarhum telah menerima perawatan untuk depresi, dan kami sedih karena tampaknya memburuk baru-baru ini," tambah perusahaan.

Kim meninggalkan seorang istri dan dua putrinya. Sosok Kim sendiri merupakan lulusan Universitas Nasional Seoul dengan jurusan ilmu komputer dan mendirikan Nexon pada 1994.

Dia membimbing perusahaan untuk menjadi salah satu pengembang game terbesar dengan judul-judul terkenal seperti "Nexus: The Kingdom of the Winds", "MapleStory", dan "KartRider" .

Nexon adalah salah satu dari "tiga N" di industri game Korea Selatan bersama NCSoft Corp. dan Netmarble Corp. Pada 2005, Nexon memindahkan kantor pusatnya dari Seoul ke Tokyo dan go public di Tokyo Stock Exchange pada 2011.

Nexon membukukan penjualan 2,8 triliun won (2,3 miliar dollar AS) dan laba operasional 951,6 miliar won tahun lalu. Pada 2005, ia akhirnya mengambil posisi CEO Nexon, tetapi mengundurkan diri setahun kemudian.

Dia kemudian pindah untuk menjadi CEO NXC tetapi mengundurkan diri dari jabatannya pada Juli 2021.

Pada 2013, Kim membuka museum komputer pertama di Asia, Museum Komputer Nexon di Pulau Jeju, dan mulai memperluas kegiatan tanggung jawab sosial perusahaannya.

Setelah mendirikan Nexon Foundation pada tahun 2018, Kim mendanai pembangunan berbagai pusat kesehatan anak, termasuk rumah sakit rehabilitasi anak pertama di negara itu, dan mendukung program pendidikan remaja.

Kim didakwa pada 2016 karena memberikan suap kepada seorang jaksa senior, tetapi dibebaskan pada 2018. Tahun berikutnya, Kim mencoba menjual saham pengendalinya di NXC, namun berakhir tanpa kesepakatan.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini