Share

Alquran dan Sains, Menjelaskan Proses Terbentuknya Bulan, Dihantam Meteor Bertubi-Tubi

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2022 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 56 2555568 alquran-dan-sains-menjelaskan-proses-terbentuknya-bulan-dihantam-meteor-bertubi-tubi-yYR4KXUnEW.jpg Alquran dan sains, menjelaskan proses terbentuknya Bulan, dihantam meteor bertubi-tubi (Foto: Osaka University)

JAKARTA - Bulan ketika dipandang pada malam hari akan tampak memantulkan cahaya Matahari. Sebenarnya, bagaimana proses terbentuknya satelit Bumi ini?

Dikutip dari buku 'Sains Dalam Alquran' karya Nadiah Thayyarah, dijelaskan bahwa ada hasil penelitian yang menunjukkan Bulan terbentuk sejak 4,6 juta tahun lalu.

Selama masa pembentukannya, Bulan menerima hantaman bertubi-tubi dari meteor dan meteorid. Dikarenakan suhu Bulan saat itu sangat panas, terjadilah peleburan yang sangat dahsyat di permukaannya.

Sehingga, menyebabkan terbentuknya lubang-lubang besar yang dinamakan 'Maria' dan gunung-gunung tinggi dengan kawahnya yang dinamakan 'Craters'.

Kemudian, kawah-kawah itu menumpahkan lahar-lahar dalam volume yang sangat besar dan lahar-lahar mengisi lubang-lubang besar. Gunung-gunung di Bulan pun menjadi tidak aktif dan lahar-lahar berhenti mengalir. Dengan demikian, matilah Bulan.

Sebelum manusia mengetahui bahwa Bulan awalnya pernah bersinar, kemudian mati, kitab suci Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu telah mengungkap hal tersebut.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surah Al Isra Ayat 12:

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيْنِ فَمَحَوْنَآ اٰيَةَ الَّيْلِ وَجَعَلْنَآ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنٰهُ تَفْصِيْلًا

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas." (QS Al Isra: 12).

Ayat tersebut menunjukkan adanya suatu fakta ilmiah yang baru bisa diketahui umat pada abad ke-20, yaitu bahwa bulan pada mulanya adalah sebuah planet yang menyala.

Pada buku 'Sains Dalam Alquran' disebutkan juga penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa bulan terus-menerus menjauh dari Bumi.

Pakar astronomi mengatakan bahwa bulan yang berjarak 300 ribu kilometer dari Bumi terus menjauh dari Bumi sejauh 3 cm per tahun.

Gerakan menjauh ini, pada suatu saat nanti akan membawa Bulan masuk pada area yang terdampak oleh medan gravitasi Matahari. Hal ini, akan menyebabkan Bulan kelak meledak di permukaan Matahari.

Fenomena tersebut, benar-benar selaras dengan ayat Alquran yang menyatakan:

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ

"Dan matahari dan bulan dikumpulkan." (QS Al Qiyamah: 9).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini