Share

Pesawat Kiamat Amerika Latihan Terbang 4 Jam setelah Ancaman Nuklir Rusia

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2022 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 03 56 2555847 pesawat-kiamat-amerika-latihan-terbang-4-jam-setelah-ancaman-nuklir-rusia-WsgPBXki5s.jpg Doomsday Plane. (Foto: USAF)

PRESIDEN Rusia mengancam akan menggunakan nuklir pada perang dengan Ukraina kali ini sebagai senjata pemusnah masal. Meski demikian, ancaman nuklir ini tidak ditanggapi serius oleh AMerika Serikat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan Washington melihat "tidak ada alasan" untuk mengubah tingkat siaga kekuatan nuklir AS. Seorang pejabat senior pertahanan bahkan mengatakan Pentagon tidak melihat adanya perubahan yang nyata dari Rusia meskipun ada pengumuman akan ancaman itu oleh Putin.

Tapi di balik sikap seolah santai tersebut, ternyata Amerika juga memiliki kekhawatiran. Hal itu dibuktikan dengan pengoprasian Doomsday Plane atau Pesawat Kiamat. Pesawat ini merupakan versi utama dari Air Force One atau pesawat kepresidenan Amerika Serikat.

Pesawat Kiamat yang dirancang untuk melindungi pejabat tinggi pemerintah Amerika dari serangan nuklir ini melakukan latihan penerbangan selama empat jam, sesaat setelah Vladimir Putin mengatakan akan menyiagakan pasukan nuklir Rusia.

Doomsday Plane

Pesawat Kiamat ini merupakan pesawat produksi Boeing 747 yang dimodifikasi dengan nomor E-4B. Pesawat Kiamat terlihat melakukan penerbangan pelatihan dengan pesawat militer khusus lainnya.

Pesawat-pesawat itu dilengkapi sebagai pusat komando lengkap untuk presiden dan pejabat tinggi termasuk Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Gabungan dalam kasus perang nuklir atau keadaan darurat nasional. Pesawat ini memiliki kemampuan unik yang tidak dapat diduplikasi oleh pesawat lain yang digunakan Angkatan Udara.

Melansir Dailymail, pesawat tersebut terbang empat setengah jam, menuju Chicago sebelum kembali ke pangkalan Nebraska. Tampaknya menjadi penerbangan pelatihan yang tidak biasa karena bergabung dengan dua jet 'Cobra Ball', yang dapat melacak lintasan rudal balistik, serta pesawat militer lainnya.

Pesawat E-4B Doomsday mengikuti Presiden Amerika Serikat selama perjalanannya, baik domestik maupun internasional. Pesawat yang dijadwalkan mencapai masa pakainya pada tahun 2039 telah beroperasi sejak tahun 1980.

Pesawat itu membawa peralatan khusus dan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan siapa saja, di mana saja di dunia, dan mendukung analis dan ahli strategi dalam penerbangan. Pesawat itu juga dapat mengisi bahan bakar di udara dan tetap mengudara dan beroperasi selama 35,4 jam dalam satu tugas.

Namun, pesawat itu dirancang untuk dapat beroperasi dalam penerbangan selama seminggu penuh tanpa perlu mendarat. E-4B dioperasikan oleh First Airborne Command and Control Squadron dari 595th Command and Control Group, dikoordinasikan oleh United States Strategic Command dan ditempatkan di dekat Omaha, Nebraska, di Offutt Air Force Base.

Desain pesawat dimaksudkan untuk bertahan dari gelombang elektromagnetik dengan semua sistem yang utuh, bahkan sampai fakta bahwa mereka masih menggunakan instrumen penerbangan analog tradisional karena terbukti lebih kuat dalam menghadapi nuklir.

Pesawat Doomsday mampu beroperasi dengan awak terbesar dari semua pesawat dalam sejarah Angkatan Udara AS, dengan 112 orang, baik personel penerbangan maupun misi. Pesawat-pesawat itu dilengkapi dengan peralatan khusus termasuk antena kawat yang dapat membuat presiden tetap berkomunikasi dengan armada kapal selam nuklir, bahkan jika komunikasi berbasis darat telah dihancurkan.

Armada E-4 pertama kali dioperasikan pada 1970-an selama Perang Dingin. Diyakini bahwa pesawat-pesawat ini adalah cara terbaik untuk menjaga keamanan presiden jika terjadi serangan nuklir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini