Share

Alquran dan Sains Ungkap Fakta Mengejutkan Kutu, Mampu Porak Porandakan Mesir

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Sabtu 05 Maret 2022 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 05 56 2556885 alquran-dan-sains-ungkap-fakta-mengejutkan-kutu-mampu-porak-porandakan-mesir-JkKjry9yUN.jpg Alquran dan sains ungkap fakta mengejutkan kutu, mampu porak porandakan Mesir (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Hewan kecil seperti kutu ternyata menyimpan fakta mengejutkan. Baik Alquran atau sains, keduanya sama-sama telah mengungkapkan keajaiban serangga satu ini.

Selama ini, kutu dianggap sebagai salah satu serangga yang mengganggu kehidupan manusia. Di dalam Alquran, kutu dikaitkan dengan musibah yang menimpa bangsa Mesir sebagai bentuk mukjizat yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan kepada Nabi Musa Alaihissallam.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Artinya: "Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (QS Al A'raf: 133)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa serangan topan, serangan belalang, serangan kutu, dan serangan katak memorak-morandakan penduduk Mesir saat itu. Allah Subhanahu wa ta'ala juga mengubah air menjadi darah.

Dikutip dari buku 'Tafsir Ilmi Mengenai Hewan Jilid Pertama dalam Perspektif Alquran dan Sains (2016)', diterangkan bahwa kutu menunjuk pada kelompok hewan Artropoda yang berukuran kecil, bahkan sangat kecil. Adapun jenisnya sendiri beragam macam seperti kutu badan, kutu rambut, kutu busuk, hingga kutu pubis.

Hubungan antara kutu dan manusia sangat erat. Bahkan, kemunculan jenis-jenis kutu ini dapat dikaitkan dengan evolusi manusia dalam berpakaian. Hal tersebut didasarkan pada penelitian bahwa kutu menetap pada inangnya dalam periode evolusi panjang.

Kutu tidak dapat hidup tanpa adanya manusia yang memakai pakaian, termasuk pakaian dari kulit atau berbahan katun. Panas tubuh manusia menjadi salah satu unsur habitat dari kutu dan darah sebagai makanannya.

Gigitan kutu dapat mudah diidentifikasi seperti munculnya rasa gatal yang terus-menerus, luka pada kulit akibat garukan, dan timbulnya infeksi pada kulit berupa bercak merah. Selain itu, kutu juga dapat mengakibatkan dampak lebih parah lagi hingga menimbulkan tifus dan demam.

Dengan menurunkan kutu sebagai azab bagi penduduk Mesir pada zaman Nabi Musa Alaihissallam, Allah Subhanahu wa ta'ala hendak memberikan pelajaran penting bagi manusia. Mereka harus memerhatikan aspek kebersihan, baik itu dalam berpakaian maupun saat tidur, dengan mengenakan kasur yang bersih.

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini