Share

Ilmuwan Ungkap Meteor Sebesar Ibukota AS Pernah Hantam Bumi, Ciptakan Kawah Raksasa Greenland

Ahmad Haidir, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 56 2560136 ilmuwan-ungkap-meteor-sebesar-ibukota-as-pernah-hantam-bumi-ciptakan-kawah-raksasa-greenland-BRisdLlE9F.jpg Meteor sebesar Ibukota AS pernah hantam Bumi, ciptakan kawah raksasa Greenland (Foto: The Sun)

JAKARTA – Sejumlah ilmuwan mengungkapkan bahwa efek tabrakan meteor sebesar Washington DC, ibukota Amerika Serikat (AS), merupakan penyebab dari keberadaan kawah raksasa di Greenland, wilayah pulau terbesar di Bumi yang sebagian daerahnya berupa es.

Para ilmuwan, juga berhasil menentukan usia kawah tumbukan dan gletser Hiawatha di wilayah Greenland, yang kemunculannya disebabkan oleh meteor tersebut. Ternyata, usianya jauh lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sebuah tim dari Institut GLOBE Universitas Kopenhagen dan Museum Sejarah Alam Denmark, menemukan pecahan batu meteor di bawah tanah, setelah membombardir butiran pasir dari lokasi tumbukan dengan sinar laser. Akhirnya, mereka bisa menentukan jika kawah itu berusia lebih dari 58 juta tahun.

Secara bersamaan, pecahan batu meteor dianalisis di Museum Sejarah Alam Swedia menggunakan penanggalan timbal uranium, dan menunjukkan usia kawah serupa.

“Sungguh luar biasa mengetahui usianya sekarang. Kami telah bekerja keras untuk menemukan cara menentukan penanggalan kawah sejak kami menemukannya tujuh tahun lalu,” ucap Profesor Nicolaj Krog Larsen dari Institut GLOBE di Universitas Kopenhagen, dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/3/2022).

“Sejak itu, kami telah melakukan beberapa kunjungan lapangan ke daerah tersebut untuk mengumpulkan sampel yang terkait dengan dampak Hiawatha,” tambah Profesor Krog Larsen.

Dijelaskan, ketika asteroid Hiawatha menghantam Northwest Greenland, daerah itu merupakan wilayah serba hijau yang ditutupi dengan hutan hujan dan satwa liar, serta memiliki suhu rata-rata sekitar 20 derajat celcius.

Setelah meteor menghujani wilayah yang secara administrasi masuk ke dalam pemerintahan otonomi Kerajaan Denmark itu, membuat kawah selebar 30 Km, cukup besar untuk menampung seluruh kota Washington DC.

Seiring waktu, kawah itu akhirnya terkubur dalam es hingga 1 km) dan membentuk Gletser Hiawatha, sebuah bongkahan es yang baru ditemukan oleh peneliti pada tahun 2015 lalu.

Penelitian baru itu, juga menemukan bahwa meteorit Hiawatha menghantam Bumi delapan juta tahun setelah asteroid Chicxulub dengan lebar sekitar 200 Km menghantam wilayah Meksiko saat ini, yang menyebabkan kepunahan dinosaurus di Bumi.

Tentu, penemuan ini sangat penting karena memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memahami apa dampak meteorit terhadap tanaman, hewan, iklim lokal dan global.

“Menentukan usia baru kawah mengejutkan kita semua. Di masa depan, ini akan membantu kami menyelidiki kemungkinan efek dampaknya terhadap iklim selama periode penting dalam sejarah Bumi,” ujar Dr Gavin Kenny dari Museum Sejarah Alam Swedia.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini