Share

Alquran dan Sains, Menjelaskan Proses Kematian Manusia hingga Pembusukan Mayat

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 56 2560188 alquran-dan-sains-menjelaskan-proses-kematian-manusia-hingga-pembusukan-mayat-M1ogWMLu3T.jpg Alquran dan sains, menjelaskan proses kematian manusia hingga pembusukan mayat (Foto: FutureLearn)

Hal ini, karena setelah 20 detik mati klinis, ada gelombang otak yang ditembakkan di korteks serebri bagian otak untuk tetap sadar dan berpikir.

Dalam surat Al-Mulk juga dijelaskan bahwa setelah kematian yang dialami oleh makhluk hidup, dia akan mengalami kebangkitan kembali di akhirat.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Royal Society’s Open Biology, menemukan lebih dari seribu gen menjadi lebih aktif setelah kematian. Tidak hanya itu, setelah kematian energi si mayat juga akan tetap ada.

Lebih lanjut, orang yang akan mendekati kematian mereka akan kesulitan untuk tidur.

Proses Pembusukan

Lalu setelah kematian, kuku dan rambut tidak akan tumbuh lagi. Hal ini karena sel-sel baru tidak lagi dapat diproduksi seperti ketika masih hidup.

Setelah mati, manusia akan dikuburkan khususnya umat Islam. Mayat hanya dibalut dengan kain kafan, dan tubuhnya menyentuh tanah.

Menurut sains, meski makhluk sudah meninggal dunia, namun ia masih bisa bermanfaat untuk kelangsungan hidup lainnya. Misalnya menyuburkan pepohonan atau tanaman lainnya.

Proses penghancuran tubuh manusia memang membutuhkan waktu. Di mulai pada hari pertama gravitasi Bumi akan menarik tubuh mayat, sehingga akan berubah menjadi keunguan dan berlanjut hitam.

Setelah itu, tubuh akan mengalami pembusukkan di dalam. Mulai dari perut dan kemaluan, untuk itu manusia dianjurkan memakan makanan halal dan menyalurkan hasrat sesuai ketentuan syariat Islam.

Di hari ketujuh hingga sepuluh hari, belatung akan mulai menggerogoti tubuh mayat. Dilanjutkan rambut rontok, dan bau busuk pun akan tercium oleh hewan.

Di bulan keenam tubuh sudah hancur dan tinggal menyisakan tulang belulang saja. Pada tahap ini, penghancuran tulang membutuhkan waktu yang sangat lama.

Setelah 25 tahun berlalu, tulang belulang akan terurai dan bercampur dengan tanah. Tetapi, yang tersisa adalah tulang ekor belakang saja, di mana tulang ini nantinya akan dibangkitkan kembali saat akhir zaman tiba.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini