Share

Ilmuwan Sebut Sains Mungkin Mampu Cegah Penuaan Manusia dalam 2 Dekade Mendatang

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 56 2561178 ilmuwan-sebut-sains-mungkin-mampu-cegah-penuaan-manusia-dalam-2-dekade-mendatang-fuA8qCi8Z5.jpg Ilmuwan sebut sains mungkin mampu cegah penuaan manusia dalam 2 dekade mendatang (Foto: Getty Images)

JAKARTA - Seorang ilmuwan ternama mengklaim, perkembangan sains mungkin akan mampu mencegah proses penuaan pada manusia dalam dua dekade mendatang.

Dilansir dari BGR, Senin (14/3/2022), hal itu dikatakan oleh seorang ilmuwan terkenal yang bekerja dengan Altos Labs, yakni Juan Carlos Izpisua, seorang peneliti asal Spanyol berusia 61 tahun yang dikenal karena karyanya di bidang tersebut.

Izpisua hanyalah salah satu ilmuwan ternama yang bergabung dengan Altos Labs, yang telah mengumpulkan ilmuwan top selama beberapa bulan terakhir.

Baru-baru ini, Izpisua berbicara kepada EL PAÍS tentang bergabungnya dia dengan Altos Labs, dan pekerjaan yang telah dia lakukan di sektor pembalikan usia.

Pada Januari 2022 silam, Altos Labs mengumumkan bahwa mereka ingin memungkinkan manusia untuk hidup lebih lama dan lebih sehat. Itu adalah gol yang sepertinya banyak orang berusaha mengejarnya.

Menurut Izpisua, bagaimanapun, perkembangan teknologi dan sains bisa semakin dekat untuk mencapainya.

“Saya yakin bahwa dalam dua dekade kita akan memiliki alat yang tidak hanya mengobati gejala, tetapi juga dapat memprediksi, mencegah dan mengobati penyakit dan penuaan melalui peremajaan sel,” katanya kepada EL PAÍS.

Keyakinannya muncul setelah eksperimen terbaru sukses, di mana ia dan timnya mampu membalikkan tanda-tanda penuaan pada tikus . Tes mengandalkan pengaktifkan empat gen peremajaan sesekali.

Izpisua dan timnya menemukan, dengan melakukan hal tersebut, tikus dapat hidup 30 persen lebih lama meskipun secara genetik menua. Ilmuwan lain juga bereksperimen dengan terapi oksigen sebagai cara untuk membalikkan penuaan.

Tim Izpisua, serta para ilmuwan dari Genentech, mengaktifkan keempat gen tersebut secara intermiten. Mereka melakukannya untuk jangka waktu yang setara dengan 35 tahun manusia.

Hasilnya, menunjukkan efek peremajaan pada berbagai jenis jaringan, seperti kulit dan ginjal. Ini bisa membantu mencegah penuaan pada manusia.

Di samping peneliti Spanyol itu, laboratorium Altos merekrut empat peraih Nobel, termasuk Frances Arnold, Jennifer Doudna, Shinya Yamanaka, dan David Baltimore.

Keempatnya telah dianugerahi Hadiah Nobel untuk sektor sains khusus masing-masing. Bersama-sama, mereka semua dapat memainkan peran penting dalam membantu mencegah penuaan pada manusia.

Apa yang membuat seluruh proses ini begitu menarik adalah misteri seputar Altos Labs. Saat ini, tidak ada rincian tentang siapa yang menjalankan lab tersebut.

Meskipun mengumumkan apa yang akan dilakukan, lab tersebut hanya membagikan sedikit detail tentang siapa yang ada di baliknya. Sebagai catatan EL PAÍS, ada laporan yang mengatakan jika pendiri Amazon Jeff Bezos mendukung lab ini. Tetapi, orang lain juga dapat mendukungnya secara finansial.

Altos Labs disebut-sebut telah memiliki banyak dana untuk para donaturnya. Anggaran awalnya, disebut sekitar Rp42,11 miliar. Dan, karena lab ini memiliki semua ilmuwan top yang mengerjakan berbagai hal, diharaplan bisa menghasilkan inovasi mutakhir.

Terlepas dari misteri seputar Altos Labs, Izpisua mengatakan proyek itu bukan hanya skema orang kaya untuk menemukan keabadian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini