Share

Dampak Bom Nuklir Jika Meledak, dari Ancaman Radiasi hingga Pengaruhi Iklim

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 56 2561377 dampak-bom-nuklir-jika-meledak-dari-ancaman-radiasi-hingga-pengaruhi-iklim-jRcA7Es5gd.jpg Dampak bom nuklir jika meledak, dari ancaman radiasi hingga pengaruhi iklim (Foto: The Wire)

JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina telah meningkatkan risiko perang nuklir. Seperti apa dampak dari ledakan bom nuklir bagi kehidupan manusia dan apa yang akan terjadi setelahnya?

Dilansir dari Live Science, Senin (14/3/2022), jawabannya tentu saja tergantung pada berapa banyak bom nuklir yang dijatuhkan. Ada berbagai jenis dan ukuran senjata nuklir, tetapi biasanya bom modern bisa memicu reaksi fisi.

Apa itu reaksi fisi? Adalah pemecahan inti atom berat menjadi atom yang lebih ringan — sebuah proses yang melepaskan neutron. Neutron ini, pada gilirannya, dapat meluncur ke inti atom terdekat, membelahnya dan memicu reaksi berantai di luar kendali.

Ledakan fisi yang dihasilkan sangat menghancurkan, inilah yang dimaksud bom fisi, kadang-kadang dikenal sebagai bom atom, yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, dengan kekuatan antara 15 kiloton dan 20 kiloton TNT.

Namun, banyak senjata modern memiliki potensi untuk menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Bom termonuklir, atau hidrogen, menggunakan kekuatan reaksi fisi awal untuk menggabungkan atom hidrogen di dalam senjata (menciptakan reaksi fusi).

Reaksi fusi ini, memicu lebih banyak lagi neutron, yang menciptakan lebih banyak reaksi fisi, lalu memunculkan kembali reaksi fusi, dan seterusnya.

Hasilnya, menurut Union of Concerned Scientists, terciptalah bola api dengan suhu yang menyamai panasnya pusat Matahari. Bom termonuklir telah diuji, tetapi tidak pernah digunakan dalam pertempuran.

Efek Langsung Ledakan

Berada di titik ledakan seperti itu berarti kematian instan. Misalnya, senjata nuklir 10 kiloton, setara dengan ukuran bom Hiroshima dan Nagasaki, bisa membunuh sekitar 50 persen orang dalam radius 3,2 km dari detonasi darat. Ledakan dari udara, dinilai akan memiliki radius efek yang lebih luas lagi.

Kematian tersebut disebabkan oleh kebakaran, paparan radiasi yang intens, dan cedera fatal lainnya. Beberapa dari orang-orang ini akan terluka oleh tekanan dari ledakan, sementara sebagian besar akan terkena cedera dari bangunan yang runtuh atau pecahan peluru yang beterbangan, kebanyakan bangunan dalam radius 0,8 km dari ledakan akan roboh atau rusak berat.

Kematian juga bisa datang oleh badai api akibat ledakan awal bom nuklir, tergantung pada medan zona ledakan. Badai api semacam itu, terjadi di Hiroshima, menurut Departemen Energi AS bisa menyebar hingga 11,4 km persegi.

Baca Juga: Sinergi KKP dan TNI AL Berantas Penyelundupan BBL Ilegal di Batam

Ancaman Radiasi

Radiasi adalah konsekuensi sekunder, dan jauh lebih berbahaya, dari ledakan nuklir. Bom fisi yang dijatuhkan di Jepang menciptakan kematian lokal.

Namun, senjata termonuklir modern meledakkan bahan radioaktif tinggi ke stratosfer (lapisan tengah atmosfer bumi), memungkinkan kematian massal berskala global.

Risiko kematian paling parah dalam 48 jam setelah ledakan. Cakupan area paparan awalnya 1.000 roentgen (satuan radiasi pengion), setelah 48 jam akan berkurang menjadi 10 roentgen per jam

Orang-orang yang mengalami dosis radiasi total sekitar 350 roentgen selama beberapa hari kemungkinan besar akan meninggal karena keracunan radiasi akut.

Lalu, orang yang selamat berisiko tinggi terkena kanker sepanjang sisa hidup mereka. Menurut ICRC , rumah sakit khusus di Hiroshima dan Nagasaki telah merawat lebih dari 10.000 orang yang selamat dari ledakan tahun 1945 yang diakui secara resmi, dengan sebagian besar kematian dalam kelompok ini disebabkan oleh kanker.

Pengaruhi Iklim

Radioaktivitas dan kematian massal akan memiliki efek lingkungan dan kesehatan yang serius. Tergantung pada skala konflik nuklir, ledakan bom nuklir bahkan dapat mempengaruhi iklim.

Abu dan jelaga yang disuntikkan ke atmosfer selama perang nuklir dapat memiliki efek pendinginan yang serius pada iklim jika cukup banyak bom yang dijatuhkan.

Sementara satu atau dua ledakan nuklir tidak akan memiliki efek global, tetapi jika ledakan mencapai 100 kali dari yang dijatuhkan di Hiroshima pada tahun 1945, bisa menurunkan suhu global seperti zaman es sekitar tahun 1300 hingga 1850 silam.

Hawa dingin yang datang tiba-tiba ini, dapat berdampak pada pertanian dan persediaan makanan. Zaman Es kala itu menyebabkan kegagalan panen dan kelaparan pada saat populasi global kurang dari sepertujuh dari sekarang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini