Share

Alquran dan Sains, Ungkap Penjaga Langit yang Kuat, Kejar Setan hingga Jadi Debu

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 56 2562194 alquran-dan-sains-ungkap-penjaga-langit-yang-kuat-kejar-setan-hingga-jadi-debu-CMoEHZ90yt.jpg Alquran dan sains, ungkap penjaga langit yang kuat, kejar setan hingga jadi debu (Foto: NPR)

JAKARTA - Alquran telah membahas banyak hal, bahkan turut menjelaskan tentang para penjaga langit yang sangat kuat. Sains sendiri, memiliki penjelasan ilmiahnya.

Dikutip dari Buku Pintar Sains dalam Al-Quran, karya Dr Nadiah Thayyarah, disebutkan bahwa Allah SWT menghadirkan para penjaga langit yang sangat kuat.

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,” (Al Jin: 8).

Dijelaskan bahwa sebelum turunnya Alquran, setan-setan naik ke langit dan duduk-duduk di sana guna menguping pembicaraan tentang rahasia langit.

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)”. (Al- Jin: 9)

Dengan demikian, jika Allah memutuskan sesuatu, lalu para penduduk langit membicarakannya, mereka bisa mencuri kabar yang sedang diperbincangkan itu.

Kabar tersebut, kemudian mereka beritakan kepada sebagian dukun sehingga para dukun itu menganggap jin-jin lebih hebat darinya dan manusia (baca: pasien para dukun) yang memercayai si dukun.

Namun, ketika Rasulullah SAW telah diutus dan Alquran hendak diwahyukan, setan-setan itu diusir dari tongkrongan mereka agar mereka tidak bisa menguping sedikitpun kabar yang di bawa Alquran. Jika tidak, mereka bisa mombocorkan isi Alquran kepada para dukun dan persoalan akan menjadi rumit.

Manusia akan bingung mengenai siapa yang benar, Rasul atau para dukun. Oleh sebab itu, langit dipenuhi oleh para penjaga yang sangat kuat, yaitu sinar-sinar alam dan meteor-meteor. Akibatnya, bilamana jin-jin mendekati kawasan yang bisa digunakan untuk menguping pembicaraan, partikel-partikel meteor akan tertarik kearah jin-jin itu.

Jika mereka berusaha lari tunggang-langgang dari meteor itu, gravitasi meteor akan menemukan mereka kemanapun mereka lari hingga  jin-jin itu lebur menjadi debu dan abu lalu jatuh ke bumi.

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mulk: 5)

Ilmu astronomi modern telah memastikan bahwa benda-benda langit tersebut berasal dari komet. Komet kadang-kadang tertarik oleh gravitasi matahari dan kadang-kadang oleh gravitasi planet-planet besar sepeti Jupiter.

Ketika tertarik oleh planet-planet besar itu, akan ada serpihan-serpihan kecil yang memisahkan diri dari komet dan disebut meteor (syihab) atau serpihan-serpihan tersebut besar dan dinamakan meteoroid (naizak).

Inilah yang dimaksudkan dengan serangan bertubi-tubi dan terus-menerus terhadap bumi oleh benda-benda langit, yaitu meteor dan meteoroid.

Meteor adalah benda-benda langit yang berukuran kecil, yang akan terbakar dan lenyap kala bergesekan dengan atmosfer bumi, dan memiliki kecepatan 25 kilometer per detik. Meteor bisa dilihat bersinar kala berada pada ketinggian 150 kilometer di atas permukaan bumi.

Di bawah dari ketinggian itu, meteor telah padam dan berubah menjadi debu. Lalu, ia membutuhkan selang waktu tertentu untuk jatuh sampai di bumi dalam bentuk abu yang menyuburkan tanah.

Para ahli mengatakan bawah benda-benda langit yang jatuh dari angkasa ke bumi diperkirakan sebanyak 150 juta benda per hari. Atmosfer bumi telah diselidiki dan diketahui bahwa atmosfer tersebut dipenuhi oleh debu-debu lembut dalam jumlah banyak.

Baru-baru ini telah ditemukan bahwa meteor tersusun dari materi kimia yang sama dengan yang terdapat di bumi, tetapi persentase komposisinya sangat mengagumkan.

Meteor sepertinya terbuat dari batu-batuan dan besi yang telah digerus, kemudian keduanya dicampur adukkan, lalu dibentuk menjadi meteor. Hal ini menegaskan adanya kekuatan magnetik pada meteor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini