Share

Dinilai Gagal Perangi Hoaks, Brazil Minta Apple dan Google Blokir Telegram

Tangguh Yudha, Jurnalis · Minggu 20 Maret 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 20 54 2564740 dinilai-gagal-perangi-hoaks-brazil-minta-apple-dan-google-blokir-telegram-qh1uDZdcOb.jpeg Dinilai gagal perangi hoaks, Brazil minta Apple dan Google blokir Telegram (Foto: Aroged)

JAKARTA - Hakim Mahkamah Agung Brazil, Alexandre de Moraes, dilaporkan telah memerintahkan Apple dan Google untuk memblokir akses ke aplikasi perpesanan Telegram.

Dikutip dari The Verge, Minggu (20/3/2022), hal ini lantaran Telegram dianggap gagal memerangi disinformasi atau hoaks yang merajalela di platformnya.

Hakim Agung meminta, Apple dan Google melakukan pemblokiran sampai Telegram mematuhi pemerintah Brazil untuk menangkal hoaks dan membayar denda.

Pemblokiran diharapkan segera dilakukan kedua raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut, agar masyarakat Brazil tidak terus menerus mengkonsumsi hoaks.

Diketahui, ketegangan antara Hakim Mahkamah Agung Brazil dengan Telegram terjadi karena Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, dinilai menggunakan Telegram untuk menyebarkan hoaks.

Adapun hoaks yang dimaksud adalah dugaan pembocoran dokumen polisi dan membuat komentar palsu yang menghubungkan AIDS dengan vaksin COVID-19.

Sang hakim yang memimpin beberapa penyelidikan terhadap Presiden Bolsonaro dan pengikutnya pun menyalahkan Telegram, sebab tidak kunjung melakukan pemblokiran.

Telegram pun semakin disudutkan, karena aplikasi lainnya seperti WhatsApp, Google dan Twitter telah mengikuti perintah pengadilan untuk menutup akun yang menyebarkan berita bohong.

Juru bicara Google, Frederico Cursino enggan berkomentar terkait permintaan Mahkamah Agung Brazil tersebut. Begitu juga dengan Apple, dan Telegram itu sendiri.

Belum jelas apakah Telegram akan benar-benar diblokir dari Brazil dalam waktu dekat. Hingga saat ini kepastiannya masih menjadi tanda tanya besar.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini