Share

Kaspersky Sebut Tudingan Jerman Bersifat Politis Setelah Dinilai Memata-Matai Konsumen

Tangguh Yudha, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 54 2565272 kaspersky-sebut-tudingan-jerman-bersifat-politis-setelah-dinilai-memata-matai-konsumen-gR18Swthvu.jpg Kaspersky sebut tudingan Jerman bersifat politis setelah dinilai memata-matai konsumen (Foto: ZDNet)

JAKARTA - Otoritas keamanan siber Jerman (BSI) memperingatkan, agar warganet tidak menggunakan anti-virus buatan perusahaan Rusia, Kaspersky. CEO Kaspersky, Eugene Kaspersky, akhirnya merespons.

Dikutip dari keterangan reminya, Senin (21/3/2022), Eugene menyebut apa yang dilontarkan BSI merupakan pernyataan yang tidak memiliki dasar. Pasalnya, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa produk Kaspersky berbahaya.

"Tanpa merinci, saya dapat mengatakan bahwa klaim ini adalah spekulasi yang tidak didukung oleh bukti objektif apa pun atau menawarkan detail teknis," kata Eugene.

"Tidak ada bukti penggunaan atau penyalahgunaan Kaspersky untuk tujuan berbahaya yang pernah ditemukan dan dibuktikan dalam sejarah perusahaan selama dua puluh lima tahun," lanjutnya.

Eugene menilai, apa yang digembar-gemborkan BSI dibuat atas dasar politik semata. Menurutnya, dengan memperingatkan agar tidak menggunakan anti-virus Kaspersky justru akan membuat Jerman rentan mendapat serangan siber.

"Tidak menggunakan Kaspersky di Jerman tidak akan membuat Jerman atau Eropa lebih aman. Justru sebaliknya. Seruan BSI sama saja menyarankan pengguna untuk segera menghapus satu-satunya antivirus yang menurut AV-Test telah berhasil menjamin perlindungan 100% dari ransomware," papar Eugene.

Eugene sendiri menyebut telah memanggil BSI untuk melakukan audit mendalam terhadap kode sumber, pembaruan, hingga arsitektur Kaspersky di Pusat Transparansi Kaspersky di Eropa. Namun hingga kini BSI tidak mengindahkannya.

Sebelumnya, BSI mengeluarkan pernyataan tersebut sehubungan dengan konflik Rusia - Ukraina. BSI merekomendasikan produk anti-virus Kaspersky diganti dengan alternatif lain.

"Perusahaan IT Rusia dapat melakukan operasi ofensif, dipaksa melawan keinginannya untuk menyerang sistem target, atau dimata-matai sebagai korban operasi cyber tanpa sepengetahuannya atau sebagai alat untuk menyerang pelanggannya sendiri," kata BSI.

Apa yang dikatakan BSI ini secara langsung memengaruhi sikap beberapa pihak. Salah satunya adalah klub sepak bola Eintracht Frankfurt yang memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan Kaspersky.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini