Share

Dampak Pemanasan Global, Suhu di Hampir Semua Provinsi Indonesia Meningkat Lebih Cepat

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Selasa 22 Maret 2022 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 22 56 2565610 dampak-pemanasan-global-suhu-di-hampir-semua-provinsi-indonesia-meningkat-lebih-cepat-2BZ6TXSrot.jpg Dampak pemanasan global, suhu di hampir semua provinsi Indonesia meningkat lebih cepat (Foto: ANI News)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa suhu di hampir semua provinsi Indonesia meningkat lebih cepat, salah satunya DKI Jakarta.

Kondisi ini, disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Senin (21/3) kemarin.

Dwikorita menjelaskan, cuaca ekstrem yang disebabkan pemanasan global kian terasa di wilayah Jakarta. Selain persoalan banjir yang meningkat, adapula kenaikan suhu udara yang seharusnya terjadi di 2030.

"Jakarta dalam periode 100 tahun suhu udara sudah meningkat 1,5 derajat celsius, padahal seharusnya kenaikan suhu sebesar itu terjadi pada 2030," kata Dwikorita.

Dia mengutarakan, kenaikan suhu udara tersebut, tidak hanya terjadi di DKI Jakarta saja, melainkan merata di hampir semua provinsi di Indonesia.

"Saat ini, di beberapa wilayah sudah meningkat suhu udaranya 1 derajat Celcius, dan ada yang di bawah 1 derajat Celcius," ungkap dia.

Sedangkan, sambungnya, intensitas hujan yang meningkat akibat cuaca ekstrim di Jakarta juga diprediksi akan terus mengalami peningkatan.

"Hujan ekstrim meningkat di beberapa wilayah, di DKI pada 2020 mencapai 377 mm per hari, di DIY di 2017 mencapai 364 mm dalam satu hari. Dan, di Kalimantan Selatan mencapai 270 mm," jelasnya.

Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi ini, juga disebutkan BMKG semakin bertambah kandungan asam PH dalam air hujannya.

"Banjir di Jakarta, menunjukkan data frekuensi banjir meningkat pada dekade terakhir bersamaan dengan curah hujan ekstrim. Hujan yang terjadi 700 tahunan menjadi hujan 100 tahunan atau ada peningkatan 7 kali lipat. Air hujan yang turun juga semakin meningkat asam pH nya," tutur Dwikorita.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini