Share

10 Tahun ke Depan, Masyarakat Bisa Jualan di Metaverse!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 24 Maret 2022 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 57 2567017 10-tahun-ke-depan-masyarakat-bisa-jualan-di-metaverse-XpNSn8aSXx.png 10 tahun ke depan, masyarakat bisa jualan di metaverse! (Foto: MNC Media)

JAKARTA - Pemerhati Metaverse Wafa Taftazani cukup yakin bahwa 10 sampai 15 tahun ke depan masyarakat Indonesia sudah bisa mengakses metaverse dengan lebih baik. Bahkan, aktivitas ekonomi sudah bisa dikerjakan di masa tersebut.

"Saya rasa sekitar 10-15 tahun mendatang, segala bentuk aktivitas ekonomi di dunia nyata, nantinya bisa dilakukan di metaverse," ungkap Wafa di Webinar MARCH FESTIVAL 2022 dengan tema 'YOUNGPRENEURSHIP: How To Be an Excellent Youngpreneur in Metaverse', Kamis (24/3/2022).

Pemuda berusia 30 tahun yang juga seorang Founder & CEO UpBanx tersebut menjelaskan lebih detail bahwa di 10 tahun mendatang, manusia akan melakukan penjualan secara fisik maupun virtual di metaverse.

Bahkan, apa yang dibeli di metaverse, bisa dikirimkan secara langsung ke dunia nyata sesuai dengan alamat tuju pembeli, tak hanya dipakai di metaverse. "Era digital ke depannya akan seperti itu," tambahnya.

Tak hanya barang yang bisa dijual di metaverse, sambung Wafa yang juga seorang o-Founder & Chairman VCGamers & ModalRakyat, pelaku metaverse juga bisa jual jasa.

"Jasa seperti desain rumah, jasa mendesain baju, mendesain mapping tanah, dan lainnya. Itu semua bisa dikerjakan di metaverse," katanya.

"Artinya, metaverse ini memungkinkan terjadinya aktivitas ekonomi yang bisa memberikan dampak tak hanya ke dunia virtual, tapi juga dunia nyata. Ini juga akan bisa sangat menguntungkan para pelaku UMKM yang mau mencoba menjual karyanya di metaverse," tambah Wafa.

Meski sangat menjanjikan, Wafa menegaskan bahwa semua itu perlu dilakukan perlahan dan tidak bisa sekaligus. Pertama dan yang utama, pelaku metaverse setidaknya sudah punya tanah di metaverse untuk bisa mengakses dunia metaverse.

"Hal kecil tentu yang perlu dilakukan terlebih dulu. Ini akan membantu ekosistem metaverse bisa hidup. Tapi, perlahan-lahan, semua akan dibawa ke dunia metaverse, karena di sana hampir semua kegiatan dunia nyata bisa dikerjakan," papar Wafa.

Baca Juga: Rayakan Satu Tahun, BuddyKu Fest Hadirkan Sesi Media Challenges

Follow Berita Okezone di Google News

(amj)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini