Share

Geger! Bocah Autis 16 Tahun Bobol Data Microsoft dan Sejumlah Perusahaan Teknologi Global

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 26 54 2568198 geger-bocah-autis-16-tahun-bobol-data-microsoft-dan-sejumlah-perusaan-teknologi-global-OseyPcQ1KE.jpg Ilustrasi peretasan data perusahaan raksasa teknologi. (Foto: Shutterstock)

GEGER bocah penyandang autis berusia 16 tahun membobol data Microsoft dan sejumlah perusahaan teknologi global. Dia diketahui sebagai pemimpin komunitas peretasan Lapsus$. Bocah remaja itu dilaporkan telah membobol Microsoft serta perusahaan teknologi global lainnya seperti Okta dan Nvidia.

Hal tersebut terkonfirmasi oleh Kepolisian London, Inggris, yang mengaku telah menangkap beberapa remaja dengan rentang usia 16 hingga 21 tahun terkait pembobolan data yang dialami oleh sejumlah perusahaan raksasa teknologi global tersebut.

Baca juga: Ngeri! Anonymous Bajak Siaran TV Rusia, Tampilkan Pesan Hentikan Perang di Ukraina 

Pemimpin Lapsus$ itu dikenal dengan nama samaran "White" dan "Breachbase" dan masih tinggal bersama dengan orangtuanya di kawasan Oxford.

Dalam laporan yang dikutip dari Bloomberg, Sabtu (26/3/2022), peneliti teknologi menyebutkan aksi Lapsus$ dalam membobol data korbannya terbilang sangatlah cepat dan ahli dalam hal meretas sehingga awalnya peretasan itu dinilai para peneliti merupakan kesalahan otomatis dari sistem.

Setelah melancarkan aksi mencuri data internal perusahaan-perusahaan teknologi, Lapsus$ secara terang-terangan mengungkap aksinya dan memeras perusahaan tersebut dengan hasil curiannya itu.

Baca juga: Nvidia Bantah 70 Ribu Data Karyawan Telah Bocor 

Microsoft yang menjadi salah satu korban pencurian data oleh Lapsus$ tidak diam. Mereka juga mengumumkan bahwa pihaknya telah diperas oleh kelompok Lapsus$ yang disebut Microsoft sebagai DEV-0537.

"Tidak seperti kebanyakan kelompok peretas yang berada di bawah radar, DEV-0537 tampaknya tidak menutupi jejaknya," kata pihak Microsoft dalam unggahan blog mereka, seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Microsoft menjelaskan motif peretasan yang dilakukan Lapsus$, "Mereka (Lapsus$) mengumumkan serangan mereka di media sosial atau mengiklankan niat mereka untuk membeli kredensial dari karyawan organisasi target. DEV-0537 mulai menargetkan organisasi di Inggris dan Amerika Selatan tetapi diperluas ke target global, termasuk organisasi di sektor pemerintahan, teknologi, telekomunikasi, media, ritel, dan perawatan kesehatan."

Dengan cara kerja tersebut, ternyata akhirnya peneliti serta pihak kepolisian dapat melacak "White" yang merupakan anak berusia 16 tahun dan dapat dipastikan masih tinggal bersama orangtuanya di rumah sederhana.

Baca juga: Hacker Rusia Terus Serang Situs Pemerintahan Ukraina 

Baca juga: Perang Siber, Hacker Rusia Curi Data Bank AS Pasca Diserang Anonymous 

Sementara berdasarkan laporan BBC, ayah dari anak yang diduga "White" itu mengaku tidak tahu bahwa anaknya selama ini merupakan peretas global dan mengira anaknya hanya senang bermain gim di personal computer (PC). Keluarganya sering coba menjauhkan anaknya dari kecanduan pada komputer.

Kepolisian London pun menyebut pihaknya telah mengamankan anak-anak muda yang diduga merupakan bagian dari komunitas Lapsus$.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini