Share

Senjata Berteknologi AI Dinilai Berbahaya, Ribuan Ilmuwan Menentang Penggunaannya

Tangguh Yudha, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 56 2570245 senjata-berteknologi-ai-dinilai-berbahaya-ribuan-ilmuwan-menentang-penggunaannya-dxIodPX3MA.jpg Senjata berteknologi AI dinilai berbahaya, ribuan ilmuwan menentang penggunaannya (Foto: Shutterstock)

Kemudian, Turki telah mengumumkan rencana untuk mengerahkan armada quadcopters Kargu otonom melawan pasukan Suriah pada awal 2020, dan Rusia juga mengembangkan senjata otonom untuk menjaga wilayah udaranya.

Mereka yang menggunakannya menyebut, senjata otonom penuh mampu memberikan keuntungan militer seperti reaksi yang lebih cepat dan pengurangan paparan langsung pasukan di medan perang.

Ribuan Ilmuwan Menentang Penggunaannya

Namun, selama beberapa tahun terkahir, kampanye untuk menghentikan pengembangan robot otonom penuh telah digencarkan sebagian besar negara di dunia.

Mereka membujuk negara-negara anggota PBB untuk merundingkan larangan senjata yang dapat menyebabkan penderitaan yang tidak semestinya.

Ribuan ilmuwan dan pemimpin di bidang komputasi dan pembelajaran mesin (machine learning), termasuk DeepMind Google juga telah bergabung untuk menghentikan penggunaan senjata otonom penuh ini.

Setidaknya, ada 30 negara telah menuntut larangan langsung atas senjata yang sepenuhnya otonom, dan sebagian besar negara lain menginginkan peraturan yang jelas untuk senjata ini.

Mereka menuntut ada aturan bahwa meskipun senjata mampu mencari targetnya sendiri, tetap manusia yang memiliki peran untuk mengambil keputusan dalam menyerang atau tidak.

Namun, semua ini dihalangi oleh segelintir negara yang dipimpin oleh AS, Rusia, Israel, dan juga Australia.

Baca Juga: Pelaku Illegal Fishing Asal India Meninggal Karena Sakit, KKP Berikan Penanganan Terbaik

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini