Share

Seorang Hacker Berhasil Curi Ethereum hingga Rp8,4 Triliun!

Tangguh Yudha, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 01 54 2571789 seorang-hacker-berhasil-curi-ethereum-hingga-rp8-4-triliun-EwFMGnlg8s.jpg Seorang hacker berhasil curi Ethereum hingga Rp8,4 triliun! (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kasus serangan siber semakin masif, terbaru bikin pelakunya menjadi kaya mendadak lantaran sukses menggasak 173.600 Ethereum atau setara Rp8,4 triliun.

Disadur dari Engadget, Jumat (1/4/2022), kasus ini diungkap oleh Motherboard. Dikatakan bahwa para hacker melakukan pencurian dari blockchain Ronin yang mendukung Axie Infinity, sebuah game bergenre "play to earn" yang cukup populer.

Para pelaku dilaporkan mengeksploitasi backdoor di node Remote Procedure Call dari pengembang Axie Infinity, Sky Mavis yang memungkinkan mereka memalsukan penarikan palsu menggunakan kunci pribadi yang disusupi.

Sky sendiri mengakui adanya cacat pada sistem keamanan yang merupakan sisa-sisa dari musim gugur lalu. Perusahaan itu pun meminta bantuan dari Axie DAO (organisasi otonom terdesentralisasi) untuk mengatasi masalah ini.

Sky juga telah merespon serangan dengan menjeda jembatan Ronin agar serangan tak kembali terjadi. Dan untuk sementara, Sky turut menonaktifkan pertukaran desentralisasi Katana.

Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan kerusakan jangka pendek dengan meningkatkan ambang batas yang diperlukan untuk validasi, tetapi juga mengatakan itu di tengah migrasi node yang akan meninggalkan sistem lama.

Saat ini, Sky sedang bekerja keras untuk melacak Ethereum yang dicuri dengan bantuan Chainalysis, dan menghubungi tim keamanan di bursa crypto "utama". Namun hingga kini belum ada update tentang Ethereum tersebut.

Pencurian mata uang kripto besar-besaran ini telah menambah kekhawatiran yang ada untuk Sky. Catatan motherboard Axie Infinity telah mengalami penurunan nilai untuk NFT dan tokennya dalam beberapa bulan terakhir.

Insiden seperti itu dapat dengan mudah memperburuk keadaan dengan tidak hanya membuat permainan kehabisan dana yang sangat dibutuhkan, tetapi juga mengguncang kepercayaan pemain.

(amj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini