Share

Buku Catatan Charles Darwin Ditemukan Setelah Puluhan Tahun Hilang Misterius

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 08 April 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 08 56 2575556 buku-catatan-charles-darwin-ditemukan-setelah-puluhan-tahun-hilang-misterius-vTy8IF4daN.jpg Buku catatan Charles Darwin ditemukan setelah puluhan tahun hilang misterius (Foto: Getty Images)

JAKARTA - Dua buku catatan milik Charles Robert Darwin, ahli geologi dan biologi ternama asal Inggris, secara misterius hilang dari arsip Cambridge University Library, terjadi 20 tahun lalu.

Disadur dari Ars Technica, Jumat (8/4/2022), salah satu buku catatan (notebook) Darwin yang hilang, diketahui menyimpan sketsa ikonik Darwin yang ia buat tahun 1847, yakni "Tree of Life”.

Lewat notebooknya, Darwin yang terkenal dengan kontribusi besarnya dalam bidang evolusi biologi ini, pada pertengahan Juli 1837 menuliskan tentang life span atau rentang hidup dan variasi antar generasi hewan.

Ia menyakini pemikirannya itu bisa menjelaskan semua keragaman yang dia amati. Terutama di antara kura-kura, mockingbird, dan rhea yang dia rekam di Kepulauan Galapagos.

Saat itulah dia membuat sketsa "Tree of Life" yang terkenal di buku catatannya "B", menunjukkan percabangan silsilah dari satu pohon evolusi.

Sampai akhirnya, Darwin menulis versi yang diupgrade sepenuhnya dari Tree of Life tersebut lebih dari 20 tahun kemudian lewat The Origin of Species.

Buku catatan "B" Darwin bersama dengan buku catatan "C" yang dikenal sebagai Transmutation Notebooks, disimpan di dalam kotak biru seukuran sampul buku di arsip Perpustakaan Universitas Cambridge.

Dua buku catatan milik Darwin tersebut, merupakan artefak yang berharga, nilainya diperkirakan jutaa pound Inggris. Menurut Universitas Cambridge, dua notebook tersebut merupakan koleksi materi Darwin terbesar dan paling signifikan di dunia.

Kronologis

Kronologi hilangnya buku catatan peninggalan Darwin ini, bermula ketika September 2000, notebook dikeluarkan sebentar dari Special Collections Strong Rooms untuk sesi foto.

Namun, pada Januari 2001, pustakawan menemukan bahwa kotak biru kecil dan buku catatan berharga di dalamnya telah hilang.

Awalnya, hanya dikira salah tempat atau terselip, lalu pustakawan Cambridge melakukan pencarian selama dua dekade, mengingat Special Collection Strong Rooms menyimpan jutaan dokumen.

Akhirnya, pustakawan baru, Jessica Gardner bergabung di Cambridge pada 2017. Jessica meluncurkan program pencarian menyeluruh terbaru pada tahun 2020, ditambah banyak ahli menyisir seluruh Arsip Darwin dan bahkan melakukan pemeriksaan sidik jari.

Hasilnya, tetap saja buku catatan itu tidak ditemukan. Jessica dan beberapa ahli menyimpulkan, kemungkinan notebook itu telah dicuri.

Tidak menyerah, pada 24 November 2020, Perpustakaan Universitas Cambridge meluncurkan seruan publik untuk mengembalikan buku catatan Darwin tersebut.

15 bulan kemudian, tiba-tiba muncul satu tas warna merah muda di luar kantor Jessica. Di dalam tas tersebut, ada amplop cokelat polos dengan tulisan "Librarian: Happy Easter”.

Setelah dibuka, amplop itu ternyata berisi kotak arsip biru dengan kedua buku catatan B dan C milik Darwin di dalamnya, terbungkus film plastik dengan rapi dan masih utuh. Jessica mengaku ia sangat lega akhirnya artefak berharga tersebut bisa ditemukan kembali.

“Perassan saya lega saat kembalinya notebook dengan selamat, sangat mendalam dan hampir mustahil untuk diungkapkan. Bersama dengan begitu banyak orang lain di seluruh dunia, saya sedih saat buku catatan ini hilang," kata Jessica.

"Buku catatan ini mungkin kecil, hanya seukuran kartu pos, tetapi dampak buku catatan pada sejarah sains dan pentingnya buku catatan tersebut bagi koleksi kelas dunia kami di sini tidak ternilai,” sambungnya.

Guna merayakan kembalinya kedua buku catatan Charles Darwin tersebut, dua notebook itu akan dipajang dalam pameran gratis yang akan datang, bertajuk Darwin in Conversation, yang dibuka di perpustakaan pada 9 Juli 2022. Dan, pameran ini akan dipindahkan ke Perpustakaan Umum New York pada tahun 2023.

Sementara itu, Jessica sebagai Pustakawan Cambridge University meyakinkan publik bahwa notebook akan disimpan dengan jauh lebih aman dan terjamin karena sistem keamanan di bangunan telah ditingkatkan signifikan dengan menerapkan langkah-langkah keamanan baru.

Mulai dari ruang kamar penyimpanan baru, ruang baca baru untuk spesialis, CCTV, dan kontrol akses yang lebih ketat ke area aman.

"Kebijakan keamanan telah berbeda dari 20 tahun yang lalu. Hari ini, setiap objek hilang yang signifikan akan segera dilaporkan sebagai pencurian potensial dan pencarian luas dimulai,” ujar dia.

Saat ini, pihak polisi setempat diketahui tengah menjalankan proses investigasi menyelidiki siapa yang pertama kali mengambil buku catatan Darwin tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini