Share

Ilmuwan Berhasil Temukan Bagian Tubuh Terbaru Manusia, Bersembunyi di Paru-paru

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 11 April 2022 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 56 2576700 ilmuwan-berhasil-temukan-bagian-tubuh-terbaru-manusia-bersembunyi-di-paru-paru-C2VE4A6aYP.jpg Ilmuwan berhasil temukan bagian tubuh terbaru manusia, bersembunyi di paru-paru (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sejumlah ilmuwan berhasil menemukan jenis sel baru yang bersembunyi di dalam lorong paru-paru manusia, teksturnya halus dan bercabang.

Disadur dari Live Science, Senin (11/4/2022), sel-sel yang baru ditemukan ini, disebut memainkan peran penting dalam menjaga sistem pernapasan agar berfungsi dengan baik.

Bahkan, dinilai dapat menginspirasi pengobatan baru untuk membalikkan efek penyakit tertentu yang berhubungan dengan merokok.

Sel-sel ini, dikenal sebagai respiratory airway secretory (RAS), ditemukan di bagian kecil yang bercabang pada paru-paru, dipahami sebagai bronkiolus, ia berujung dengan alveoli, kantung udara kecil yang menukar oksigen dan karbon dioksida dengan aliran darah.

Sel RAS ini dianggap mirip dengan sel punca, sel yang dapat berdiferensiasi menjadi jenis sel lain di dalam tubuh, dan mampu memperbaiki sel alveoli yang rusak dan berubah menjadi sel baru.

Para peneliti, menemukan sel RAS setelah mengadapi keterbatasan dengan mengandalkan paru- paru tikus sebagai model untuk sistem pernapasan manusia.

Namun, karena perbedaan tertentu antara keduanya, para ilmuwan telah berusaha untuk mengisi beberapa kesenjangan pengetahuan tentang paru-paru manusia.

Guna mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan ini pada tingkat sel, tim mengambil sampel jaringan paru-paru dari donor manusia yang sehat dan menganalisis gen dalam sel individu, dan mengungkapkan sel RAS yang sebelumnya tidak diketahui.

"Sudah lama diketahui bahwa saluran udara paru-paru manusia berbeda dari pada tikus. Tetapi teknologi yang muncul baru-baru ini memungkinkan kami untuk mengambil sampel dan mengidentifikasi jenis sel yang unik," kata seorang profesor di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, Edward Morrisey.

Tim juga menemukan sel RAS pada musang, yang sistem pernapasannya lebih mirip dengan manusia daripada tikus.

Akibatnya, ujar Morrisey, para peneliti menduga bahwa sebagian besar mamalia berukuran sama atau lebih besar cenderung memiliki sel RAS di paru-paru mereka.

Fungsi RAS

Sel RAS melayani dua fungsi utama di paru-paru. Pertama, mereka mengeluarkan molekul yang menjaga lapisan cairan di sepanjang bronkiolus, membantu mencegah saluran udara kecil dari kolaps dan memaksimalkan efisiensi paru-paru.

Kedua, mereka dapat bertindak sebagai sel progenitor untuk sel alveolus tipe 2 (AT2), jenis alveolus khusus yang mensekresi bahan kimia yang sebagian digunakan untuk memperbaiki alveolus lain yang rusak.

Sel progenitor sendiri, merupakan sel yang memiliki kapasitas untuk berdiferensiasi menjadi jenis sel lain, mirip dengan bagaimana sel punca berdiferensiasi menjadi sel lain.

"Sel RAS adalah apa yang kami sebut sebagai progenitor fakultatif, yang berarti mereka bertindak sebagai sel progenitor dan juga memiliki peran fungsional penting dalam menjaga kesehatan saluran napas. Ini berarti sel RAS memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan paru-paru," papar dia..

Para peneliti berpikir sel RAS mungkin memainkan peran kunci dalam penyakit yang berhubungan dengan merokok, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

PPOK adalah hasil dari peradangan saluran udara di dalam paru-paru, yang dapat disebabkan oleh merokok dan, kadang-kadang, polusi udara.

Peradangan saluran udara mempersulit paru-paru untuk mengambil oksigen yang cukup dengan benar, sehingga PPOK memiliki gejala yang mirip dengan asma.

PPOK juga dapat menyebabkan emfisema, di mana alveoli dihancurkan secara permanen, dan bronkitis kronis, batuk yang berlangsung lama dan intens yang biasanya disertai dengan dahak yang berlebihan.

Menurut WHO, setiap tahun lebih dari 3 juta orang di seluruh dunia meninggal karena PPOK. Secara teori, sel RAS harus mencegah, atau setidaknya meringankan, efek PPOK dengan memperbaiki alveoli yang rusak.

Namun, para peneliti menduga bahwa merokok dapat merusak, atau bahkan benar-benar menghancurkan sel-sel baru, yang menyebabkan timbulnya penyakit seperti PPOK.

Pasien yang menderita PPOK sering diberi resep obat antiinflamasi atau terapi oksigen untuk meringankan gejalanya. Tetapi, ini hanya solusi sementara dan tidak berdampak apa pun untuk membalikkan kerusakan paru-paru.

Sel RAS berpotensi digunakan untuk meningkatkan perawatan atau bahkan menyembuhkan PPOK, jika peneliti dapat memanfaatkan sifat regeneratif sel ini dengan benar.

"Kami benar-benar tidak tahu apakah penemuan ini dapat mengarah pada pengobatan potensial untuk PPOK. Tetapi, karena PPOK adalah penyakit yang hanya sedikit kita ketahui, wawasan baru apa pun akan membantu bidang ini mulai berpikir tentang pendekatan terapeutik baru yang dapat mengarah pada perawatan yang lebih baik," tegasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini